Kategori

Turidi Setuju Jika Pemerintah Batasi Bisnis Ritel di Kota Tangerang

image

KOTA TANGERANG, SB.COM – Semakin menjamurnya minimarket yang membuka usaha di Kota Tangerang, berimbas pada persaingan tidak sehat antara warung kelontong atau pasar tradisional dengan pasar ritel modern atau minimarket. Persaingan tidak sehat ini membuat keberadaan pasar tradisional semakin tergerus.

Menurut Pimpinan Fraksi Partai Gerindra Kota Tangerang Turidi, dirinya sangat setuju jika saat ini pemerintah membuat pembatasan bisnis ritel di Kabupaten/Kota Tangerang. Karena dinilai bisnis tersebut sangat merugikan pasar-pasar tradisional. ”Pedagang kelontong sedang teriak pendapatan menurun. Karena mereka kalah saing dengan semakin menjamurnya minimarket seperti Indomart dan Alfamart,” ujar Turidi kepada wartawan, di ruang Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Selasa (10/7/2018). 

Turidi mengatakan, pembatasan minimarket diharapkan seperti, sebelum membuka bisnis diwilayah sekitar harus melihat ada pedagang pasar tradisional tidak disana. Jangan sampai main bangun saja sedangkan disampingnya ada pedagang kelontong. ”Ini yang harus diperhatikan oleh pelaku bisnis ritel. Karena semakin hari mereka semakin hancur,” ucap Turidin.  

Imbas berdirinya minimarket di sejumlah wilayah di Kota Tangerang sangat menyekik kantong-kantong pedagang kelontong di pasar-pasar tradisional seperti mati suri. Karena mereka hanya bisa mengandalkan permodalan yang kecil sehingga mereka semakin hancur usahanya. ”Sekarang kalau kami lihat gimana masyarakat Kota Tangerang ingin sejahtera dari penghasilan berdagang. Kalau setiap hari kita digempur bisnis moderen,” katanya. 

Untuk harga jual di minimatket, kata dia tidak bisa lagi soal tawar menawar harga tersebut. Karena mereka sudah membandrol harga tersebut. Tetapi kalau di harga di pasar tradisional atau warung kelontong masih bisa harga tersebut ditawar lagi. ”Oleh karena itu kami mendorong minimarket atau waralaba dibatasi sebaik mungkin,” terang politisi Partai Gerindra Kota Tangerang itu.

Banyaknya minimarket juga berimbas pada hilangnya budaya silaturami atau gerebek pasar, antara masyarakat dengan pedagang pasar di Kota Tangerang. Kerena selama ini masyarakat sudah disuguhi bisnis yang membuat mereka malas. ”Malasanya masyarakat beli ke pasar. Banyak jualan yang disajikan oleh bisnis instan oleh minimarket,” sambungnya.

Meski Panitia Khusus (Pansus) belum dibahas oleh DPRD Kota Tangerang. Namun Turidi akan tetap membela kepada masyarakat atau pedagang pasar yang merugikan mereka. ”Dalam waktu dekat kami akan tetap usulkan pembatasan minimarket di Kota Tangerang,” pungkasnya. (GN)

Tue, 10 Jul 2018 @20:44

Copyright © 2018 www.sekilasbanten.com · All Rights Reserved | powered by sitekno