Home / BANTEN

Senin, 16 September 2019 - 08:54 WIB

Aktivis se-Banten Minta Polres Pandeglang Adil Tangani Kasus OTT

SEKILASBANTEN.COM, PANGEGLANG – Baru- baru ini Kepolisian Resort Pandeglang gencar melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap para pelaku tindak pidana pemerasan. Dua pekan ini saja Satreskrim Polres Pandeglang telah berhasil menciduk oknum wartawan dan oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yang kini telah diamankan di Mapolres Pandeglang dalam kasus yang sama.

Aksi OTT Polres Pandeglang melakukan penegakan hukum di wilayah hukum Kepolisian Daerah (Polda) Banten ini pun, mendapat apresiasi dari kalangan aktivis se-Banten. Di media sosial seperti Facebook, OTT menjadi buah bibir perbincangan para nettizen setelah pemberitaan media massa viral diunggah didunia maya.

Beragam komentar dan tanggapan datang dari salah Satu Aktivis di Provinsi Banten. Dedi Ketua LSM AMB saat dimintai tanggapannya, Minggu (15/9/19) mengatakan, Bahwa Jelas diatur oleh Undang-Undang tindak pidana, pemberi dan penerima harusnya diproses tapi sangat disayangkan kenapa hanya penerimanya saja yang ditangkap, terlepas itu terindikasi pemerasan atau tidak.

“Kami heran, kenapa setelah kesekian kalinya baru ditangkap seakan-akan memberi peluang kepada si pemberi suap untuk menghilangkan barang bukti, karena ada jeda waktu 3 minggu saat penyerahan uang pertama dan saat OTT. Seharusnya untuk proses hukumnya untuk memberi rasa keadilan buat masyarakat dua-duanya ditangkap,” ujar Dedi. Minggu (15/9).

Baca Juga  Ditbinmas Polda Banten Turunkan Polwan Beri Trauma Healing ke Korban Banjir Lebak

Hal senada pun disampaikan Ari Cahyadi, selaku Ketua LSM KP3B, ia menilai aksi OTT tentunya sebuah prestasi kinerja Polres Pandeglang, namun dalam hal penegakan hukum perlu evaluasi dan koreksi. Mengingat, OTT yang begitu digaungkan dan terekpose di media massa bukan tidak banyak hal yang mesti dievaluasi.

Karena kata Ari, OTT yang dilakukan Satreskrim Polres Pandeglang, hanya menangkap dan memproses hukum kepada penerima saja, sementara pemberi seakan luput dari pantauan hukum Polres Pandeglang.

“Pada dasarnya, kami mendukung  pemberantasan tindak pidana yang dilakukan Kepolisian terhadap oknum LSM melalui OTT. Lantaran prilaku mereka sangat mencoreng nama baik LSM, tapi kendati demikian kami menginginkan adanya keadilan hukum yang jelas dan tegak lurus, dimana OTT itu menurut kami Polisi juga dapat memproses hukum kepada si pemberi,” tutur Ari seraya menambahkan, didua kasus yang telah di OTT itu harusnya penerima dan pemberi dua-duanya masuk jeruji besi.

Baca Juga  Pj Gubernur Banten Al Muktabar Bekerjasama Dengan Ombudsman RI Ciptakan Pelayanan Prima

Lebih lanjut Ari mengatakan, berharap Polres Pandeglang dapat mengungkap motif dibalik pemerasan oknum wartawan dan LSM yang telah terjaring razia OTT tersebut. Karena menurutnya bukan tidak mungkin dibalik kasus tindak pidana pemerasan terselip kasus lain yang dilakukan oleh si pemberi.

“Logika kita bisa timbul pertanyaan kenapa si pemberi mau diperas dan menyerahkan sejumlah uang kalau si pemberi tidak punya masalah. Dapat kita duga dari kedua kasus itu terdapat kasus lain seperti kasus penyimpangan dan penyalahgunaan uang negara yang nota bene uang rakyat,” cetusnya.   (Angga)

Share :

Baca Juga

BANTEN

PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Kosambi Gelar Diklat

BANTEN

Kantor KPU Lebak Digeruduk Ormas Badak Banten

BANTEN

Lantik Pengurus TMP PAC Se – Kota Tangerang, DPP Siap Memangkan Arief – Syachrudin

BANTEN

Kapolri Cup Ke-II, TI  Kota Serang Resmob Banten Raih 43 Medali

BANTEN

Paska Libur, Bupati Serang Larang ASN Cuti

BANTEN

Al Muktabar Luncurkan TeBaSS, Situs Diskon Belanja Untuk Pembayar Pajak Kendaraan Bermotor

BANTEN

Artis Nasional akan ramaikan Launching Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Serang 2020

BANTEN

Pemprov Banten Dapat Bantuan APD Dari PT AP II
error: Content is protected !!