Home / NASIONAL

Jumat, 24 Agustus 2018 - 07:07 WIB

BBKKP Yogyakarta Lakukan Litbang Komponen V-Belt Motor Matik

SEKILASBANTEN.COM, JAKARTA – Tingginya penggunaan sepeda motor matik di dalam negeri mendorong Balai Besar Kulit Karet dan Plastik (BBKKP) Yogyakarta untuk melakukan penelitian dan pengembangan (litbang) terhadap salah satu komponen penting di kendaraan roda dua tersebut. Komponen vital itu adalah V-Belt, yang berfungsi mendukung kinerja motor matik.

“V-belt atau belt drive merupakan komponen yang berfungsi untuk memindahkan tenaga mesin ke roda,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara di Jakarta, Kamis (23/8).

Pengembangan v-belt semakin potensial dengan meningkatnya penjualan motor matik. Merujuk data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor di tahun 2017 mencapai 5,8 juta unit. Dari total tersebut, sebanyak 4,5 juta unit atau 82 persen merupakan angka penjualan motor matik.

Menurut Ngakan, kualitas serat karet dan sifat reologi komponen v-belt perlu dimaksimalkan. Upaya ini dapat memacu daya saing produk otomotif nasional di tingkat domestik dan global. “Kami konsisten mendorong kegiatan litbang di setiap unit pelayanan teknis Kemenperin, khususnya di bawah binaan BPPI. Ini guna menjawab kebutuhan industri nasional,” paparnya.

Baca Juga  Wasjaspam Binmas Polda Metro Jaya Gelar Audit Administrasi BUJP

Dalam pengembangan v-belt, BBKKP Yogyakarta bekerja sama dengan PT Bando Indonesia. Riset ini dilakukan dengan mencoba beragam variasi perbandingan polimer Natural Rubber (NR) dan Compression Rubber (CR).

“Selain itu, penggunaan akselerator dan sulfur juga dilakukan untuk menghasilkan karet dengansifat reologi yang baik sehingga mampu melekat dengan sempurna,”jelasnya. Penggunaan serat alam pada v-belt yang dihasilkan menjadikannya bersifat biodegradable, mudah diproses, tidak beracun, serta lebih ringan.

Dengan melakukan modifikasi serat alam dan campuran serat sintetis, Ngakan meyakini, dapat dihasilkan formulasi terbaik dengan komparasi Parts per Hundred Rubber (phr) antara crumb rubber (CR)  – karet remah dengan Ribbed Smoked Sheet I (RSS I) yaitu 70:30.

Baca Juga  Kemenperin Pacu Kompetensi SDM di Sektor Industri manufaktur

Formula hasil penelitian ini juga telah diuji dan sesuai dengan standar JASO E-107. JASO E-107 merupakan standar untuk Automotive V-Belts and Corresponding V-Pulley Grooves – Shape and Dimensions yang dikeluarkan oleh Japan Automobile Standard Organization (JASO).

Potensi penyerapan serat alam didukung dengan luas areal perkebunan karet di dalam negeri yang mencapai 3,6 juta hektare dan produksi sebesar 3,6 juta ton pada tahun 2017. “Maka penelitian ini sangat berpotensi digunakan untuk mendukung program hilirisasi produk berbasis karet,” ungkap Ngakan.

Selain melakukan penelitian, BPPI Kemenperin melalui 11 Balai Besarnya juga memiliki tugas dan fungsi pokok untuk melayani pengujian, sertifikasi, standardisasi industri, dan pelayanan kalibrasi bagi industri di Indonesia.
(Red)

Share :

Baca Juga

NASIONAL

Tiga Pilar Kecamatan Curug Gelar Ops Yustisi Ditiga Lokasi

MILITER

Danskadron 17 Lanud Halim Perdanakusuma Buka Dua Pendidikan Kualifikasi Khusus  JMU dan  LM

NASIONAL

Raih Suara Mayoritas, Abdurrahman Amin Pimpin SMSI Kaltim

NASIONAL

Jelang Malam Natal, Kapolresta Bandar Lampung Tinjau Sejumlah Gereja

NASIONAL

PLN Dukung Ekosistem Kendaraaan Listrik di Indonesia

NASIONAL

Operasi Miras, Puluhan Botol Diamankan Polsek Karawaci

NASIONAL

Agar Banyak Serap Susu Lokal, Kemenperin Fasilitasi IPS Dapat Insentif

NASIONAL

Hibur Masyarakat Hadapi Pandemi Covi19, CKH Group Luncurkan Single Ciptaanya