SEKILASBANTEN.COM, KOTA TANGERANG – Musyawarah (Perundingan) antara pihak serikat buruh dan perwakilan perusahaan akhirnya ditunda, lantaran berjalan cukup Alot.

Hal itu diungkapkan Ketua DPD K-SPSI Provinsi Banten Dedi Sudarajat kepada awak media.

“Tadi memang perundingan tadi luar biasa alot, tentu yang pertama sebelumnya kami dari serikat buruh sangat berterima kasih kepada Pak Kapolsek Batu ceper, karena sudah memfasilitasi kami dan juga hari ini pihak Kepolisian sudah sangat luar biasa sekali membantu kita baik dari mulai datang. Dalam perjalanan maupun memfasilitasi kita ketemu dengan pimpinan perusahaan,” ujar Dedi Sudarajat.

Dedi menjelaskan atas pressure dari Kapolsek Batu Ceper Kompol Hidayat Iwan Irawan, pihak perusahaan mau datang menemui perwakilan dari serikat buruh.

“Tentunya kan ini juga atas keberatan ya keberatan dari semua pengusaha yang ada di sekitar sini karena kita tahu ada lima belas perusahaan yang ada di sekitar ini, ada kurang lebih lima belas perusahaan dan semuanya menyatakan keberatan (keluhan) atas aksi unjak rasa hari ini,” jelasnya.

Menurut Dedi, semuanya akan disampaikan kepada pimpinan perusahaan tersebut. Atas dasar itu Kapolsek tadi meminta, sebetulnya bukan minta mungkin maksa kepada pihak perusahaan, agar mau menemui perwakilan aksi unras.

“Saya sampaikan kepada Pak Kapolsek kalau pimpinan perusahaan tidak datang, maka kami akan terus melakukan unjuk rasa ini sampai ada titik temunya,” ucapnya.

Mengenai Musyawarah perundingan tadi Dedi Sudrajat mengatakan, ada lima poin yang di utarakan pada perundingan, antara pihak perwakilan serikat buruh dengan pihak perusahaan.

“Memang sangat alot sekali dan dari lima poin ini kan ada satu poin yaitu masalah pidana itu sepakat kita keluarkan karena kan ini wilayahnya pidana, wilayahnya pidana tentunya tidak bisa dipertanggung jawabkan oleh lembaga tetapi oleh perorangan walaupun itu dilakukan oleh karyawan perushaan tersebut,” tukasnya.

Lebih dalam Dedi mengatakan, bahwa Pimpinan Perusahaan (HRD) terduga pelaku tindak kekerasan telah dikeluarkan dan sudah tidak bekerja kembali.

“Karena tadi kita dengar bahwa HRD perusahaan tersebut juga sudah di PHK, karena perbuatannya. Perusahaan tersebut juga merasa dirugikan karena ini kan sudah diekspos kemana – mana sehingga saudara novita pada hari itu juga di PHK oleh pihak perusahaan karena dianggap mencederai juga merusak nama baik perusahaan tersebut,” ujarnya.

Untuk diketahui hasil dari perundingan yang telah di fasilitasi oleh pihak kepolisian. Perusahaan meminta waktu sampe dengan hari sabtu untuk menjawab poin-poin yang telah disampaikan oleh pihak buruh yang diwakili Ketua DPD KSPSI Provinsi Banten Dedi Sudarajat.

“Karena kan poin ini harus dibicarakan dalam rapat direksi, nah tentunya karena perusahaan minta waktu sampe dengan hari sabtu, dan sesuai dengan komitmen kita bahwa sebelum ini ada keputusan jelas yang membahagiakan bagi kita. Kita akan terus melaksanakan aksi unjuk rasa ini sampe selesai seperti itu dari keempat dari keempat poin tadi yang tiga berarti disetujui rahasia lah nanti saya kasih tau,” tukasnya. (Ris).