SEKILASBANTEN.COM, KABUPATEN TANGERANG – Puluhan warga kampung cibelut Rt 02 Rw 01 Desa Cibogo, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang menggelar aksi demo di depan Apartemen Serpong Garden, Selasa (10/9/2019).

Langkah itu dilakukan karena pembangunan Apartemen yang berjalan 24 jam menimbulkan kebisingan. Dan warga mengklaim pihak manajemen serpong garden, telah langgar perjanjian.

Pelong (50) Salah satu perwakilan warga aksi demo saat di wawancarai di lokasi mengatakan, bahwa kedatangan mereka untuk meminta peroses pengerjaan pengurugan tanah agar di hentikan sementara sampai ada kesepakatan antara warga dan pihak pelaksana peroyek.

“Di bilang mengganggu ya mengganggu karena pengerjaannya 24 jam, malah ada warga yang sakit ga bisa berbuat apa-apa karena sudah ada perjanjian ,kejadian semalamlah yang jadi puncak kemarahan warga karena pengerjaan loding tanah di luar perjanjian” ujarnya.

“Pada dasarnya kita mendukung pembangunan apartemen untuk kemajuan wilayah tapi harus ada epek untuk lingkungan” ujarnya.

Lanjut Pelong mengklaim, pengerjaan pengurugan  telah menyalahi aturan yang di sepakati antara warga dan pihak manajemen yaitu, di dalam pengerjaan pengecoran saja yang boleh di kerjakan sampai tengah malam sedangkan untuk lainnya hanya sampai batas pukul 22.00 malam.

Namun kata Pelong, warga tidak dapat berbuat banyak karena sudah ada perjanjian antara pihak manejemen dengan perwakilan warga.

“Di bilang mengganggu ya mengganggu karena pengerjaannya 24 jam ,malah ada warga yang sakit ga bisa berbuat apa-apa karena sudah ada perjanjian, kejadian semalamlah yang jadi puncak kemarahan warga karena pengerjaan loading tanah di luar perjanjian,” jelasnya.

Pelong menilai kompensasi yang di berikan lebih banyak di berikan pada segelintir orang dan organisasi ,sementara yang di berikan pada masarakat yang terdampak langsung hanya sebagian kecil.

Sementara itu, pihak menejemen yang di wakili koordinator keamanan,Selamet Prasetyo enggan memberikan komentar. Namun, ia menjanjikan akan memanggil pihak RT/RW, juga Oganisasi yang terlibat dan pihak menejemen untuk ikut dalam peroses mediasi pada Rabu (11/9) pukul 14.00 siang di kantor pelaksana proyek.

“Saya ga berani ngomong mas takut salah,biar pihak menejemen aja yang ngomong,” Ucap Selamet Prasetyo menegaskan. (ris)