SEKILASBANTEN.COM, KOTA TANGERANG – Unit Reskrim Polsek Jatiuwung, Polres Metro Tangerang Kota, menangkap tersangka pelaku inisial “DS” Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istrinya yang berinisial “AS” pada Selasa (14/5/2019).

DS, ditangkap di rumah kontrakan-nya di Kampung Pasir, RT 004 RW 002, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, lantaran diduga melakukan penganiayaan terhadap istrinya hingga tewas.

Kanit Reskim Polsek Jatiuwung AKP Zazali Hariyono mengungkapkan, bahwa Pada Rabu (8/5/2019) sekira pukul 15.00 WIB. Dikontrakan Kampung Pasir, RT 004 RW 002, Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Jatiuwung, telah terjadi keributan antara korban “AS” dengan suaminya “DS”.

Keributan tersebut dipicu lantaran “DS” merasa tersinggung saat sedang asyik bermain game di handphonenya, tetapi disuruh-suruh terus oleh korban.

“Karena merasa terganggu “DS” menjadi kesal dan marah-marah kepada korban, sehingga memukul korban dengan menggunakan helm di punggung sebelah kirinya, kemudian korban pergi ke rumah orang tuanya di Kampung Pasirandu, RT 003 RW 002, Kelurahan Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang,” terangnya.

Lalu pada hari Kamis, 9 Mei 2019, lanjut Zazali, sekitar pukul 08.00 WIB. “DS” tanpa sepengetahuan korban, telah datang kerumah orang tua korban untuk mengambil anaknya yang sedang tidur, dan langsung dibawa kabur.

Mendengar ada orang masuk rumah, korban yang saat itu sedang di kamar mandi langsung keluar, ternyata anak korban sudah dibawa oleh suaminya. Melihat hal tersebut korban berusaha mencegah, namun korban malah di tendang oleh suaminya.

“Tendangan pertama mengenai kaki, kedua mengenai kemaluan, sehingga terjatuh, kemudian tersangka mencekik leher Korban. Usai menganiaya korban “DS” pergi meninggalkan rumah orang tua-nya,” jelasnya.

Zazali menambahkan, “DS” sempat menjemput korban di rumah orang tua-nya untuk dibawa pulang kekontrakan pada, Senin (13/5). Saat di kontrakan korban nampak tertidur di ruang tamu dan pada saat sahur “DS” menghampiri korban, namun sangat terkejut ketika melihat muka korban sudah membiru dan badannya menggigil.

“Melihat kondisi istrinya seperti itu, “DS” membawa korban dengan di bantu tetangganya ke klinik, namun sesampainya di klinik nyawa korban tidak tertolong, dan dinyatakan telah meninggal dunia,” kata Kanitreskrim Polsek Jatiuwung.

Atas perbuatan penganiayaan tersebut, pelaku di jerat dengan pasal 44 UU No 23 tahun 2004, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda lima belas juta rupiah. (GN).