SEKILASBANTEN.COM, KABUPATEN TANGERANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang melalui Bidang Pengendalian Dan Pemberantasan Penyakit (P2P) akhirnya mendatangi rumah korban. Untuk menyelidiki kematian Rizki Ananda Tri Oktapiani yang meninggal lantaran diduga digigit serangga jenis semut.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Tangerang Dr. Hendra kepada wartawan, Senin (22/4/2019) menyampaikan, kedatangan tim P2P Dinkes Kabupaten Tangerang untuk mengetahui secara kronologis penyebab kematian korban yang digigit serangga jenis semut.

“Setelah melihat serangga yang di poto korban sebelum meninggal, serangga tersebut merupakan sejenis semut, itu setelah di konfirmasi sama ahli serangga,” ujarnya.

Dikatakan Dr. Hendra, untuk serangga jenis semut sendiri tidak ditemukan di lingkungan rumah korban baik sarangnya ataupun sekawananya. Korban diduga memiliki alergi berat terhadap zat-zat cair yang ada di serangga tersebut.

“Menurut ahli serangga, semut tersebut merupakan semut biasa, untuk menghindari serangga kita anjurkan untuk menjaga lingkungan bersih, agar serangga tidak masuk ke dalam rumah. Dan jika disengat serangga yang menimbulkan alergi segera bawa ke Puskesmas terdekat,” ucapnya.

Sementara, Rusnadi suami korban menuturkan, bahwa istrinya digigit serangga jenis semut sekitar pukul 20.00 WIB, dan langsung merasakan sekujur badanya gatal dan panas, di sertai sesak napas. Pada pukul 20.10 WIB istrinya dibawa berobat ke Puskesmas Sepatan, dan langsung di larikan ke RSUD Tangerang namun nyawanya tidak tertolong, pukul 21.00 WIB meninggal dunia.

“Istri saya memang memiliki riwayat alergi berat, pada tahun lalu juga pernah di gigit serangga jenis tomcat namun dapat diobati dengan berobat di Puskesmas,” tutupnya. (Ris).