SEKILASBANTEN.COM, SERANG BANTEN – Jelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Kapolda Banten Brigjen Pol Tomsi Tohir dan perwakilan Ulama Banten Abuya Muhtadi, pimpin pemusnahan 30.155 minuman keras (miras) berbagai merk dengan menggunakan stoom atau mesin gilas, di Mapolda Banten, Jumat (21/12/2018).

Pemusnahan miras dilakukan seusai Apel Gelar Operasi Lilin Kalimaya pukul 09.00, didampingi Abuya, Kapolda Banten Brigjen Pol Tomsi Tohir langsung menuju lokasi pemusnahan dan langsung naik ke atas stoom.

Didampingi operator stoom, Kapolda Banten dan Abuya Muhtadi  langsung menghancurkan ribuan miras hasil “Operasi Pekat Kalimaya 2018” jajaran Polda Banten, dari tingkat Polda, Polres hingga Polsek.

Dalam sambutannya Kapolda Banten Brigjen Pol Tomsi Tohir mengatakan, selain melakukan pemusnahan miras, jajaran Polda Banten juga berhasil mengungkap beberapa kasus kejahatan yang selama ini meresahkan masyarakat.

“Operasi Pekat Kalimaya 2018, yang dilaksanakan Polda Banten dan Polres Jajaran sejak 11 Desember dan ditutup pada 20 Desember. Dengan sasaran, premanisme, kejahatan jalanan, perjudian, miras dan prostitusi,” kata Kapolda Banten.

Menurut Kapolda, selama kegiatan operasi pekat kalimaya dilaksanakan, Polda Banten berhasil mengamankan 142 orang preman, dengan rincian 136 dilakukan pembinaan dan 6 preman ditetapkan sebagai tersangka.

“Penetapan tersangka ini karena mereka terbukti melakukan pengeroyokan dan senjata tajam. Pasal yang dikenakan yaitu pasal 170 KUHP,” paparnya.

Tomsi menjelaskan, Polda Banten dan Jajaran juga berhasil menangkap pelaku kejahatan jalanan yang selama ini cukup meresahkan masyarakat di wilayah hukum Banten.

“Kami berhasil menangkap 16 pelaku kejahatan jalanan. Rinciannya 9 pelaku pencurian gula rafinasi, 2 pelaku curanmor dan 5 pelaku pencurian kabel PLN,” ungkapnya.

Disebutkan Tomsi, jajarannya juga berhasil mengungkap kasus perjudian, dengan memanfaatkan penggunaan aplikasi game ludo berbasis android.

“Empat orang kita tangkap karena melakukan perjudian ludo, dan untuk memberi rasa aman menjelang Natal dan Tahun Baru, sebanyak 152 orang diduga melakukan tindak pidana prostitusi berhasil kami diamankan. Rinciannya 149 wanita penghibur dan 3 orang waria,” terang Tomsi.

Dari penangkapan itu, 151 orang dilakukan pembinaan dan 1 orang yang diduga sebagai mucikari diproses pihaknya dengan pasal 506 KUHP.

Brigjen Pol Tomsi Tohir selaku Kapolda Banten  menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres di wilayah hukum Polda Banten, TNI dan BNN Provinsi Banten, dan semua pihak yang telah bekerja keras dalam memberantas sumber penyakit masyarakat yang selalu menjadi pemicu terjadinya kriminalitas di Provinsi Banten.

“saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tak henti-hentinya memberantas miras dan penyakit masyarakat, yang selama ini menjadi pemicu tindakan kriminal di Provinsi Banten,” tutupnya. (Red)