SEKILASBANTEN.COM, POLDA BANTEN – Polisi Daerah (Polda) Banten melaksanakan apel konsolidasi operasi ketupat kalimaya 2019 dan apel pengamanan sidang Perselisihan Hasil pemilihan Umum (PHPU) 2019, yang akan digelar di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta.

Apel konsolidasi operasi ketupat kalimaya 2019 dan apel pengamanan sidang PHPU 2019 dilaksanakan di lapangan Apel Polda Banten, Kamis (13/6/2019) Pukul 08.30 Wib.

Kegiatan apel diikuti ratusan personel dari TNI dan Polri, di pimpin langsung Kapolda Banten Irjen Pol Drs.Tomsi Tohir, M.Si., didampingi Kolonel Inf. Windiyatno. Tampak hadir Ketua Pengadilan Tinggi Banten, Danrem 064/Maulana Yusuf, Lanal Banten, Unsur Forkopimda Provinsi Banten, Kabinda Provinsi Banten, Wakapolda Banten, para Kepala SKPD Provinsi Banten dan para PJU Polda Banten.

Dalam sambutannya Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Tomsi Tohir, mengucapakan Selamat Idul Fitri 1440 H, Kepada para peserta apel dan tamu undangan.

“Mengawali sambutan ini perkenankan saya mengucapakan “Selamat Idul Fitri 1440 Hijriah” bagi yang merayakannya, saya juga mohon maaf lahir dan batin kepada para tamu undangan dan seluruh peserta apel,” ucapnya.

Kapolda mengatakan, dengan dilaksanakannya apel konsolidasi ini, menandakan berakhirnya seluruh rangkaian pengamanan Idul Fitri 2019. Selain itu lanjut dia, usai pengamanan Idul Fitri ini maka semua kekuatan personel dan sarana prasarana harus dicek. Serta saatnya untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas di lapangan.

“Kami bersyukur bahwa rangkaian pengamanan Idul Fitri yang terhitung mulai tanggal 29 Mei, sampai dengan tanggal 10 Juni 2019, dapat berjalan dengan baik dan lancar,” kata Kapolda.

Menurutnya, pencapaian ini dapat diraih di tengah tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks, yang kondisi nya dipengaruhi oleh meningkatnya arus mudik dan arus balik lebaran, serta menghangatnya situasi Nasional pasca pemungutuan suara pada pemilu tahun 2019.

Kapolda menyebutkan, terdapat dua indikator, yang menunjukan bahwa pengamanan Idul Fitri 1440 Hijriah sudah berjalan dengan sukses. Yang pertama pada aspek Kamtibmas, pihaknya berhasil menekan angka kejahatan sebesar 15,6 persen, dari 32 kasus pada tahun 2018, menjadi 27 kasus pada tahun 2019.

“Indikator kedua, yakni aspek keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) angka kecelakaan lalu lintas turun sebesar 28,5 persen, dari 35 kejadian pada tahun 2018, menjadi 25 kejadian pada tahun 2019, selain itu korban luka berat juga turun sebesar 83 persen dan korban luka ringan mengalami penurunan sebesar 48 persen,” paparnya.

Kapolda menambahkan, ditengah keberhasilan menekan trend kejahatan, pihaknya juga merasa sangat prihatin, lantaran pada tanggal 6 Juni yang lalu. Yang mana salah satu rekan kita, yakni Brigadir Toama Sugara, yang berdinas di Polsek Mandalawangi, menjadi korban penganiayaan ketika sedang melaksanakan tugas operasi.

“Mari kita doakan, semoga Brigadir Toama Sugara, segera diberikan kesembuhan dan kesehatan, sehingga dapat kembali bergabung bersama kita, untuk melanjutkan tugas pengabdian,” ucapnya.

Ia meminta, dengan kejadian tersebut agar menjadi evaluasi bagi jajarannya, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat buddy system dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Dikatakan Kapolda, berbagai pencapaian yang telah diraih oleh Polda Banten, sangat ditentukan oleh tingginya dedikasi personel dan kuatnya sinergi seluruh pemangku kepentingan, baik Polri, TNI, Pemerintah Daerah, instansi terkait maupun mitra kamtibmas lainnya. Adapun dedikasi dan sinergi tersebut akan kembali diuji oleh agenda kamtibmas lainnya, yang syarat akan tantangan, yakni pengamanan sidang perselisihan hasil pemilihan umum di MK, yang akan berlangsung mulai besok (14/6/2019).

“Provinsi Banten sebagai Daerah penyangga Ibu Kota Negara, memiliki potensi kerawanan kamtibmas yang cukup tinggi, diantaranya mobilisasi massa, aksi provokasi, hingga konflik sosial. Untuk itu, kita menggelar apel konsolidasi sebagai momentum untuk mempersiapkan diri dan kesatuan serta mempersatukan sumber daya yang dimiliki Polda Banten, untuk menjamin agar sidang PHPU dapat berjalan dengan aman,” tukasnya.

Kapolda juga mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan untuk membimbing masyarakat, agar menghormati langkah konstitusional dalam menyelesaikan sengketa pemilu, menghindari aksi massa, serta senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Kapolda Banten, mengucapakan terimakasih dan menyampaikan penghargaan yang setingi-tingginya atas dedikasi para pelaksanaan Operasi Ketupat Kalimaya 2019 dan atas sinergi seluruh pihak. Sehingga pengamanan Idul Fitri 1440 H, di wilayah hukum Polda Banten dapat berjalan dengan sukses dan aman. (Gusnur/Bidhum).