SEKILASBANTEN.COM, KOTA TANGERANG – Tim Kalong Wewe, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang, Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah (Gakumda) kembali melaksanakan sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Terhadap tiga orang penjual obat keras berkedok toko kosmetik yang dinilai sangat membahayakan generasi muda. Ketiga orang tersebut yakni, H, F dan AA, dalam sidang masing-masing dikenai denda sebesar Rp500 ribu.

Tak hanya itu, Satpol PP Kota Tangerang Bid Gakumda juga melaksanakan sidang terhadap 1 orang inisial I (Pemilik miras). Ia terkena sanksi denda Rp2 .000 000-, pelanggar Perda 7 Tahun 2005, tentang Pelarangan dan Pengedaran Minuman Keras dan Perda No. 8 tahun 2018, hasil OTT di wilayah Kecamatan Karawaci, Kecamatan Tangerang dan Kecamatan Cipondoh.

Satpol PP Kota Tangerang

Kabid Gakumda Kaonang S.Sos, Saat Pimpin Operasi Di Beberapa Toko Kosmetik Yang Menjual Obat Keras.

Pelaksanaan sidang Tipiring bertempat di Kantor Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (9/4/ 2019), guna mendekatkan dengan pelanggar. Sidang Tipiring dipimpin Hakim Harry Supatanto SH, MH, dan Jaksa Gozali SH, didampingi unsur Polres Metro Tangerang Kota.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah (Kabid Gakumda) Kaonang mengatakan, sidang tipiring kali ini menghadirkan pelanggar perda dengan jumlah pelanggar sebanyak 4 orang diantaranya, 3 tempat toko kosmetik tanpa ijin menjual obat-obatan keras dan 1 pelanggar miras, sedangkan yang tidak hadir 2 pelanggar miras.

“Kami mendorong hakim untuk dapat lebih berani menghukum lebih berat lagi, terhadap pelanggar perda 7 tahun 2005 dan perda 8 tahun 2018. Karena sangat berpengaruh dampak yang negatif terhadap generasi penerus,” kata Kaonang.

Ia menegaskan, akan terus menerus melakukan penegakan pelanggar perda di Kota Tangerang secara continue agar lebih tertib lagi. Lantaran menurut dia, kendati sudah ada yang 2x disidangkan inisial I, tapi masih saja jualan miras.

“Yang lebih berbahaya lagi inisial F, H dan AA, karena mereka berjualan obat-obatan keras yang tidak ada ijinnya di toko cosmetik oleh komunitas aceh. Ada 6 jenis obat yang mereka jual, yaitu Riklona, Akfazolam, Merlopam, Vardimek, Tramadol, Exzimer Dumolid dan Camlet,” ungkap Kaonang.

Menurutnya, jenis obat-obatan tersebut sangatlah berbahaya jika di konsumsi, terutama oleh anak-anak usia sekolah yang berakibat ketergantungan dan merusak syaraf sehingga tidak produktif.

“Bisa memicu orang tidak takut dan rawan menimbulkan tawuran dikalangan pelajar, balapan motor dan lain-lain,” ucap Kaonang. (GN).