SEKILASBANTEN.COM, KOTA TANGERANG – Ketua DPD KSPSI Provinsi Banten yang juga sebagai Ketua PC. F.SP KEP SPSI Kota Tangerang Dedi Sudarajat, mengecam keras adanya dugaan penganiayaan terhadap seorang karyawan oleh oknum HRD PT. Siba Hidrolik Pratama, yang beralamat di Jalan Bouroq No. 54 RT 03 RW 01, Kelurahan Batu Sari, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang.

Korban diketahui bernama Tarsim, dirinya adalah sebagai Pengurus Serikat Pekerja/Sekretaris PUK KEP SPSI PT. Shiba Hidrolik Pratama. Kejadian berawal pada Senin, (29/4/2019) Pukul 08:25 WIB, saat Tarsim menjalankan tugas organisasi mengantarkan surat dari PC. F. SP. KEP. SPSI Kota Tangerang untuk disampaikan kepada Pimpinan Perusahaan PT. Shiba Hidrolik Pratama.

Namun na’as Tarsim yang saat itu ditemani dua rekannya, mendapatkan perlakuan kriminalisasi oleh oknum HRD perusahaan tersebut dengan menampar korban berkali-kali yang disaksikan dua rekannya. Tak hanya itu, ketika salah satu rekannya (Iwan) yang tidak sengaja merekam kejadian tersebut, langsung dihampiri oknum tersebut dengan merebut Handphone dan membantingnya.

Mengetahui hal tersebut, Ketua DPD KSPSI Provinsi Banten yang juga sebagai Ketua PC. F.SP KEP SPSI Kota Tangerang Dedi Sudarajat, mengecam atas tindakan tersebut. Ia menilai, tindakan itu adalah bentuk Intimidasi, kampanye anti serikat pekerja dan merupakan tindak pidana kejahatan. Dimana, tindakan tersebut dilarang oleh Undang-undang No. 21 Tahun 2000, Tentang Serikat Pekerja / Serikat Buruh.

Menurutnya, tindakan pemukulan yang dilakukan oknum HRD itu tentunya sangat mencederai semangat hubungan industrial yang sudah terjalin sangat baik dan selalu dijaga oleh Serikat Pekerja, Apindo/Pengusaha, Pemerintah, Pihak Kepolisian demi kondusifitas Kota Tangerang. Akibat dari tindakan oknum Pimpinan Perusahaan tersebut memicu anggota SPSI diseluruh Kota Tangerang untuk melakukan aksi unjuk rasa solidaritas.

“PUK KEP SPSI PT. Shiba Hidrolik Pratama ini kan berdiri secara resmi pada tanggal 11 April 2019, jadi kenapa temen-temen di perusahaan tersebut membentuk serikat pekerja, dasarnya karena gaji yang diterima oleh karyawan itu semuanya dibawah UMK jauh di bawah peraturan surat keputusan Gubernur tentang UMK, kalau lihat data gaji di perusahaan itu antara 1,5 Juta sampai dengan 2,6 Juta. Usai terbentuk, dia konsultasi dengan kita hal-hal apa yang menjadi masalah upah dan mereka memberikan kekuatan kepada DPC untuk mengurusnya, DPC membuat surat atau membuat somasi yang ditujukan kepada pimpinan perusahaan,” terang Dedi, Selasa (30/4).

Dijelaskan Dedi, sebagai sekretaris Tarsim bertugas menyampaikan surat yang dibuat pihaknya kepada bagian HRD, tentunya sesuai dengan prosedur akan minta tanda terima, saat itulah Tarsim ditampar sebanyak lima kali dan membanting handphone Iwan, berdasarkan keterangan Tarsim. Atas kejadian itu pihaknya langsung melaporkan ke pihak yang berwajib dengan tanda bukti lapor. Dengan ancaman pasal yang disangkakan 351 KUHP dan atau 352.

“Ini sangat miris ya, karena terjadi saat menjelang peringatan Hari Buruh Sedunia atau yang dikenal May Day, yang diperingati Rabu 1 Mei ini, kami hanya membantu untuk melakukan upaya hukum atas tindakan oknum HRD itu” ucapnya.

Dedi menambahkan, bahwa selama ini di Kota Tangerang, ia rasa cukup harmonis hubungan antara karyawan dengan hubungan industrial. Untuk itu dirinya merasa heran kenapa hal ini masih terjadi, Dirinya atas nama PC. F.SP KEP SPSI Kota Tangerang, akan melaksanakan kegiatan aksi  “UNJUK RASA SOLIDARITAS” yang akan dilaksanakan pada Kamis, 2 Mei 2019  sampai 9 Mei 2019, Waktu : Pukul 06.00 WIB didepan PT. Shiba Hidrolik Pratama, dengan titik Kumpul di Pertigaan Dumpit (Sabar Subur Jatiuwung) dengan jumlah massa aksi seribu orang Perwakilan Anggota PUK.KSPSI se-Kota Tangerang.

“Kamis 2 Mei besuk, PC. F.SP KEP SPSI Kota Tangerang, kami akan melakukan aksi dengan tuntutan,  tangkap dan penjarakan segera oknum pimpinan perusahaan yang melakukan tindakan kekerasan, hapus upah murah, berlakukan upah minimum Kota Tangerang Tahun 2019, dan bayar sisa kekurangan upah karyawan akibat perusahaan tidak melaksanakan UMK Tangerang,” tandasnya. (Red)