SEKILASBANTEN.COM, KOTA TANGERANG – KH Bahana menyerukan, agar para Caleg membuat politik aspirasi, bukan membuat janji.  Lantaran janji adalah hutang, dan pasti akan ditagih oleh masyarakat baik di dunia maupun di akherat. Para Caleg harus menggali apa yang masyarakat butuhkan dan akan memperjuangkanya, harapanya tentunya keberhasilan dan keberkahan.

Hal tersebut disampaikan Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Berkarya, Dapil Banten III wilayah Tangerang Raya, KH. Bahana Jaalhaq Taqwallah, kepada Wartawan, saat menghadiri acara bimbingan teknis (Bimtek) laporan dana kampanye kepada para Caleg DPRD se-Kota Tangerang, di rumah makan (RM) Hj Aten Sutan, Jalan Teuku Umar nomor 36 Karawaci, Kota Tangerang, Selasa (11/12/2018) malam.

Dijelaskanya, untuk bisa meraih kemenangan langkah pertama adalah persiapan struktur, dari tingkat Koordinator Pusat (Korpus). Selanjutnya pihaknya akan membuat badan pemenangan pemilu (Bapilu) berbasis dapil.

“Jadi kita membuat bapilu turunan, DPR RI sebagai koordinator pusat, DPRD Provinsi sebagai koordinator wilayah dan DPRD kabupaten/kota untuk koordinator daerah. Kemudian kita bentuk dibawahnya Koodinator kecamatan (Korcam), Koordinator Kelurahan (Korkel), mereka akan langsung terjun kebawah menjadi koordinator tempat pemungutan suara (KTPS), dan tim inilah yang nanti akan dilengkapi tim fungsional,” jelasnya.

Menurutnya, sudah ada 7 tim yang dibentuk yaitu, tim data dan administrasi, tim media dan publikasi, tim pengobatan dan rukiyah massal, kemudian ada tim diklat dan seminar, tim pengerahan masa serta tim penggalangan dukungan.

“Ini adalah persiapan dasar, jadi kita punya kerangka dan basis yang akan kita gerakkan ke struktur sampai tingkat TPS. Selanjutnya kita akan bekerja secara bersama-sama agar semua caleg yang bekerjasama dengan kita. Kebetulan saya juga caleg DPR RI, saya juga bekerja sama dengan provinsi, kabupaten/kota, agar kita semua dikenal. Prosesnya kita melakukan pemasangan APK, melakukan publikasi secara online, kemudian kita memasang bilboard, reklame-reklame agar seluas-luasnya masyarakat mengenal calegnya,” kata Kh Bahana.

Jika sudah dikenal lanjut KH Bahana, maka akan jadi popularitas yang akan kita kelola, agar berubah menjadi elektabilitas. Dan supaya kita disukai oleh masyarakat, harus melakukan berbagai macam pendekatan, mulai dari kunjungan, mengadakan pengobatan massal, mengadakan dialog, rukiyah massal dan lain sebagainya kedapil-dapilnya.

“Dengan demikian mudah-mudahan masyarakat merasa berkesan dengan kedatangan calegnya, dan caleg harus melakukan sesuatu yang bermanfaat di masyarakat, melakukan diskusi, melakukan penyampian-penyampaian aspirasi mereka, lalu kita tampung selanjutnya harus kita perjuangkan apa yang menjadi aspirasi mereka,” ucapnya.

Ia menambahkan, hal lainya ada beberapa langkah yang sudah disiapkan oleh tim, yaitu langkah rill yang mana Partai Berkarya akan mengadakan kampanye akbar, nanti massa akan dikumpulkan setelah dibolehkan oleh KPU, kemudian akan mengundang tokoh-tokoh yang didengar oleh masyarakat Tangerang Raya khususnya untuk mentriger mereka supaya memilih caleg-caleg Partai Berkarya.

“Untuk menarik simpati masyarakat yang paling krusial adalah masalah ekonomi, yang jelas didepan mata dan indikator ini sudah terbukti dari surve-surve yang kita lakukan secara internal oleh Partai Berkarya, dari mulai harga-harga bahan pokok yang tinggi, lapangan pekerjaan semakin sulit, nilai tukar rupiah yang cenderung terus menurun, dan harga barang cenderung tidak terjangkau dan kebutuhan-kebutuhan dasar yang menyangkut kehidupan orang banyak, seperti BBM, tarif dasar listrik (TDL), dan lain sebagainya yang sudah  semakin mencekik masyarakat,” tukasnya.

Disebutkan Dia,  bahwa isu yang paling krusial menjadi konsen partai berkarya dengan basis ekonomi kerakyatan. Intinya ingin membangun Indonesia agar bisa berdaulat secara ekonomi sandang papan dan pangan serta dalam pekerjaan. Menurutnya, masa kejayaan orde baru harus dikembalikan, yang waktu itu dengan triologi pembangunanya berhasil membawa bangsa Indonesia dari inflasi 650% tinggal hanya dua digit dan kemudian Indonesia bisa selamat dari kelaparan massal sampai negara kita bisa melakukan percepatan pembangunan yang sangat dahsyat.

“Para Caleg harus memegang ideologi, dengan memiliki ideologi yang kuat, ideologi untuk membangun bangsa, ideologi yang memang merasa prihatin dengan kehidupan bangsa dan rakyat. Maka semua yang kita lakukan akan menjadi sebuah Ibadah, ini harus menjadi motifasi ketika kita mengeluarkan kos politik, bukan money politik.  Itu akan menjadi sedekah karena kita sudah berjuang untuk memperjuangkan rakyat kita, Bangsa kita, Negara kita, agar berdaulat dan berkeadilan secara ekonomi, secara hukum dan secara perlakuan sebagi pemilik syah dari pada NKRI ini,” pungkasnya. (Gusnur)