SEKILASBANTEN.COM, TANGERANG SELATAN – Warga Kecamatan Setu, yang mengatas namakan Aliansi Pemuda Bersatu menggelar aksi dengan memberhentikan truk besar yang melintasi jalan di seputar Lampu Merah Perempatan Muncul, Jalan Raya Puspitek Setu Serpong Tangsel. Lantaran dianggap melanggar jam oprasional sesuai Peraturan Daerah (Perda). Kamis, (15/8/2019).

Koordinator Aliansi Pemuda Bersatu (APB) Abdul Barri Assyarif mengatakan, kualitas udara di wilayah Setu dan sekitarnya sedang dalam kondisi krusial, menurutnya ambang batas aman udara (sehat) yang dibakukan berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan No 45 Tahun 1997, tentang indeks standar pencemar udara adalah 0-100, di Kota Tangsel umumnya justru melebihi angka aman kualitas tersebut.

“Pada bulan Agustus 2019 sebuah situs data polusi udara menunjukan, bahwa Kota Tangsel memiliki tingkat polusi udara sebesar 213 dengan kategori sangat tidak sehat berdasar standar dari Kementerian LH. Melebihi Jakarta,” kata Abdul Barri

Ia juga menambahkan udara yang menjadi kebutuhan paling mendasar bagi mahluk hidup, dengan tingkat polusi tinggi tentu akan berdampak pada kesehatan, bahkan sebuah penelitian menyebut, tingkat polusi tinggi menjadi faktor penyebab susah hamil bagi wanita.

“Penyebab atas buruknya udara berdebu diperparah dengan maraknya mobil truk besar pengangkut tanah. Truk tersebut tak bisa seenaknya melintas. karena Kota Tangsel memberlakukan jam operasional,
Sesuai perda, jam operasional itu dari pukul 22.00 s/d pukul 05.00 pagi. Nyatanya banyak juga truk yang nekat melintas di luar jam operasional tanpa ada sanksi dari Dinas Perhubungan, dan Polisi lalu lintas,” imbuh Abdul Barry

Tak hanya itu, ia juga mengatakan, pihaknya menuntut juga menolak agar wilayah Setu dan sekitarnya tidak dilintasi truk tronton tanah , dan menuntut Dinas Perhubungan  (Dishub) dan Polisi menindak tegas truk bertonase besar yang melintas di luar jam operasional.

“Kami juga menuntut dan meminta Dinas Lingkungan Hidup bertanggung jawab penuh atas fonomena ini, dan mengambil langkah nyata untuk memastikan udara di Tangsel dalam kategori sehat,” pungkasnya.

Di tempat yang sama Wakapolsek Cisauk IPTU Isti menjelaskan, untuk hari tidak ada penindakan kepada para pengendara truk yang melintas hanya dilakukan himbauan dan sosialisasi.

“Hari ini tidak ada penindakan penilangan kepada para pengemudi truk hanya kami melakukan himbauan dan soaialisasi, kepada para pengemudi truk yang melintas tidak pada waktunya jika besok kemungkinan kita akan memgambil tindakan,” tegas Isti.

Penulis: Tb