SEKILASBANTEN.COM, JAKARTA – Tahapan wawancara Anugerah ASN telah selesai, Rabu (06/11). Sebanyak 15 kandidat dari kategori PNS Inspiratif, The Future Leaders, dan PPT Pratama Teladan akan memperebutkan top 3 untuk masing-masing kategori.

“Tiga nomine terbaik akan ditentukan berdasarkan hasil dari tahapan wawancara ini,” ujar Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Setiawan Wangsaatmaja usai tahap wawancara Anugerah ASN di Kantor Kementerian PANRB, Rabu (6/11).

Sebelumnya, kandidat Anugerah ASN telah melalui tahap seleksi administrasi, seleksi tiga tahap, dan verifikasi lapangan. Mereka telah bersaing ketat dengan ASN lainnya yang diusulkan dalam ajang ini.

Pada awal pembukaan Anugerah ASN, sebanyak 1.051 usulan ASN dari 281 instansi pemerintah diusulkan dalam Anugerah ASN 2019. Dari usulan yang masuk tersebut, dilakukan seleksi administrasi dan seleksi tahap I kemudian dipilih 100 kandidat terbaik dari ketiga kategori. Pada seleksi tahap II, telah dipilih 10 kandidat terbaik di setiap kategori dan dilakukan verifikasi lapangan.

Selanjutnya, pada seleksi tahap III, dari 10 nomine terbaik dipilih top 5 pada masing-masing kategori. Top 5 di kategori PNS Inspiratif, The Future Leader, dan PPT Pratama Teladan tersebut wajib mengikuti tahapan wawancara. Di malam penganugerahan, akan diumumkan tiga terbaik untuk masing-masing kategori. “Penganugerahan akan dilakukan pada 27 November 2019 di Studio TVRI,” ujar Setiawan.

Lanjutnya dikatakan, ajang Anugerah ASN ini merupakan apresiasi negara kepada ASN yang memiliki inovasi dan prestasi serta berdampak terhadap organisasi dan masyrakat sehingga menjadi inspirasi lainnya. Disamping itu, Anugerah ASN juga sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo dalam sektor pengembangan SDM untuk mencetak ASN yang unggul.

Adanya ajang ini juga diapresiasi Direktur Utama TVRI Helmi Yahya, yang menjadi ketua dewan juri Anugerah ASN 2019. Terlebih, Anugerah ASN tahun ini menyertakan kategori Future Leader, yakni ASN usia dibawah 38 tahun yang memiliki inovasi dan terobosan.

Munculnya kaum muda dalam ajang ini juga sebagai rebranding ASN. Dengan adanya kaum milenial yang notabene akrab dengan teknologi, ASN tidak lagi dipandang sebagai orang yang kolot. “Munculnya kaum muda yang casing-nya tidak ASN, tetapi memilih jadi ASN. Saya pikir ajang ini bagus untuk menghargai kinerja ASN yang perlu diperhatikan,” ujar Helmi Yahya.

Sementara itu, CEO Good News From Indonesia (GNFI) Wahyu Aji yang juga menjadi dewan juri mengatakan ASN harus mampu memenuhi ekspektasi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Jika seorang ASN bisa memenuhi kebutuhan dan ekspektasi masyarakat, sosok itulah yang dicari sebagai The Future Leader. Ia berharap bisa mendapatkan ASN yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan menciptakan solusi bagi permasalahan pelayanan publik.

Menurutnya kompetisi ini mampu menjaring hardskill dan softskill para nomine. Wahyu berharap kandidat yang terjaring saat ini apabila terpilih bisa menginspirasi yang lain sehingga bisa mengikuti teladan mereka dan diharapkan tahun depan dapat ditemukan sosok-sosok inspiratif lainnya.

Top 5 PNS Inspiratif
1. Virna Dwi Oktariana dari Kementerian Kesehatan
2. Antonius Oktavian dari Kementerian Kesehatan
3. Hoerudin dari Kementerian Pertanian
4. Setiawan Gulo dari Kementerian Keuangan
5. Nani Yulianti dari Polres Brebes, Jawa Tengah.

Top 5 The Future Leader
1. Susilo Ratnawati dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo
2. Anshar dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan
3. Aryo Pamoragung dari Kementerian Komunikasi dan Informatika
4. Aldiwan Haira Putra dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Empat Lawang
5. Didik Ismu dari Kelurahan Tombang Permai Kabupaten Banggai.

Top 5 PPT Pratama Teladan
1. Dwi Teguh dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
2. Firmansyah Eka dari Dinas Komunikasi Informasi, Statistik dan Persandian Kota Pekanbaru
3. Iwan Dakota dari Kementerian Kesehatan
4. Iwan Suprijanto dari Kementerian PUPR
5. Mursyid Bustami dari Kementerian Kesehatan. (Red/*)