SEKILASBANTEN.COM, KABUPATEN TANGERANG – Memasuki masa tenang kampanye pada pemilu 2019, petugas Panwaslu Kecamatan Curug mencopot seluruh alat peraga kampanye (APK) yang masih marak terpasang di bahu-bahu jalan, serta menyasar ke pelosok permukiman warga.

Berbekal linggis kecil dan tang, satu persatu APK yang masih terpasang dicabut, seperti baliho, poster, maupun spanduk, rata-rata terbuat dari bahan MMT berbingkai bambu. Minggu (14/4/2019).

Ketua Panwaslu Kecamatan Curug Badri mengatakan, pencopotan yang dilaksanakan pagi hingga sore hari ini, di hari pertama masa tenang kampanye pihaknya menyasar ke sejumlah tempat, didampingi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), di setiap Kelurahan maupun Desa di Kecamatan Curug.

“Sebelum melakukan penertiban pihak kami melaksanakan apel siaga yang diikuti oleh unsur muspika kecamatan curug, beserta seluruh pengawas TPS dan tadi siang kami sudah melaksanakannya karena Kecamatan Curug sangat luas. Pada hari ini baru 70 persen yang kita tertibkan hingga ke pelosok-pelosok,” jelasnya.

Selain itu, Badri memperkirakan pelaksanaan penertiban pencopotan APK ditargetkan 2 hari selesai. Yakni hari Minggu (14/4) dan esok Senin (15/4). Dan pada hari selasa akan ada pengawasan pembagian C6 juga, pergerakan kotak suara dari PPK menuju TPS di kelurahan dan desa, se-Kecamatan Curug.

“APK yang sudah kita dikumpulkan pada hari ini sudah ada 10 mobil colt, dan sekarang semuanya ada di panwaslu Kecamatan Curug,” terangnya.

Tak hanya itu, Badri juga berpesan kepada seluruh masyarakat, khususnya di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, untuk tidak melakukan kampanye maupun sosialisai salah satu calon capres maupun pileg. Tentunya pihaknya sebagai panwaslu kecamatan, turut berpesan kepada masyarakat terutama yang berdekatan dengan TPS bahwa pada masa tenang ini tidak boleh ada kampanye maupun sosialisasi.

“Stop politik uang..!, dimana sangat rawan apalagi pada hari libur seperti ini dan juga pada malam hari sebelum pelaksanaan pencoblosan. Karena pada dasarnya yang memberikan maupun menerima semuanya terkena delik atau pidana jadi hindari politik uang,” tandasnya.

(Aris)