TANGERANG SELATAN, SB.COM – Partai berkarya Tangsel sedang di terpa dengan pemberitaan tak sedap terkait kadernya yang di anggap berhutang di warung kopi depan kantor KPUD Tangsel.

Terkait informasi tersebut tak membuat para calegnya gusar,  akan tetapi tetap dengan kepercayaan diri yang tinggi, untuk menjalin komitmen dengan masyarakat.

Suhanda, bacaleg partai berkarya dapil 3 Serpong-Setu terus menggalang simpatik masyarakat dengan gaya blusukan khas Betawi.

“Sudah tradisi kami, silaturahmi intens yang saya lakukan sudah umum, langkah pertama untuk memohon restu dari keluarga terdekat. Kemudian setelahnya baru ke sahabat, dan juga masyarakat luas untuk menyampaikan visi misi dan aspirasi yang akan di titipkan kepada saya, saya anggap itu sebagai amanah,” Ungkap Suhanda

Selain blusukan di wilayah kelurahan Buaran, Serpong, RT 01 RW 03, Suhanda juga sempat menanggapi berita miring mengenai partai yang di naunginya. Dirinya mengaku tidak ada hubungannya antara masalah partai dan pribadi.

“Saya rasa itu masalah pribadi, harusnya tidak usah membawa-bawa partai. Toh sahabat saya niatnya baik untuk mengajak orang di sekelilingnya sekedar “ngopi” (traktir), jiwa lapangannya atau solidaritas di keluarga partai berkarya Tangsel memang demikian. Saya focus minta restu keluarga dan masyarakat saja, selebihnya saya serahkan kepada Allah SWT,” tuturnya.

Sementara itu di lokasi yang sama, Puji Wahyono selaku ketua Dewan Pimpinan Cabang kecamatan Serpong (DPC), saat di konfirmasi oleh sekilasbanten.com mengatakan dirinya sangat prihatin dengan pemberitaan yang beredar.

“Saya tidak mengetahui jika saya memiliki hutang, karena pas saya tanya ibu warung mengatakan total tagihan sebesar Rp.130.000 rupiah. Adapun saat penyerahan berkas bacaleg ke KPUD Tangsel saat itu, setelah saya membayar, maka saya segera kembali ke sekertariat, nah setelah tanggal 17 Juli 2018, terbitlah berita di berbagai media, dan terus terang saya terkejut,” Kata Puji

Dengan berita demikian, Puji sudah berkoordinasi dengan Pimpinan Anak Cabang kelurahan Ciater, Serpong, untuk melunasi tagihan tambahan tersebut. Dikatakan Puji, bahwa masalah tersebut sudah clear, dan dirinya sangat berterimakasih telah di ingatkan, dan dirinya menyatakan tidak pernah kapok untuk mentraktir teman-teman dari partai manapun.

“Saya sangat berterimakasih kepada ibu warung telah mengingatkan kami, pasalnya hutang itu bukan masalah sepele, itu menyangkut akherat, dan hukumnya wajib. Biar saja saya yang menanggung semuanya, walaupun orang dari partai lain memesannya, besok saya akan kembali mentraktir di restoran, yang agak mahal dikit,” imbuhnya (Adt)