SEKILASBANTEN.COM, TANGERANG SELATAN-Kegiatan seminar Bahaya Penyalahgunaan Narkoba, diselenggarakan PCNU (Pengurus Cabang). Kecamatan Serpong Utara bekerjasama dengan Kelurahan Pakujaya Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Di ikuti sekitar 100 Badan Otonomi(Banon) Nahdlatul Ulama, Sabtu (26/10/2019).

Bertajuk Membangun Sinergi dalam rangka Meningkatnya Imunitas Masyarakat dari Pengaruh Penyalahgunaan Narkoba. Makalah seminar disampaikan dua orang  narasumbernya yakni, Kabiro Humas dan Protokoler Badan Nasional Narkotika Republik Indonesia (BNN RI) Brigjen Pol Sulistiyo Pujo Hartono dan Kepala Kemenag Kota Tangsel H. Abdul Rojak.

“Ya Alhamdulillah, saya banyak bersahabat dengan petinggi NU, Jadi saya sangat bersyukur sering dilibatkan dalam kegiatan NU, termasuk hari ini di Pakujaya,” jelas Sulistiyo Pujo kepada wartawan.

Pujo menjelaskan, bahwa permasalahan narkoba adalah permasalahan kita semua. Dan BNN memiliki fokus yang sangat, agar masyarakat kita ini menjadi masyarakat yang sehat, jauh dari narkoba.

“Kita butuh SDM yang hebat dari umat Islam, khususnya NU, agar kita bisa menyambut abad XXI dengan lebih semangat dan maju,” papar Pujo

Diakuinya, peredaran narkoba di Kota Tangsel masih tinggi. “Tangsel memang daerah rawan di wilayah Banten, dan ini tidak bisa ditangani sendiri oleh BNN, Polri, tapi unsur-unsur seperti Badan Otonomi NU( Banser, Ansor, Fathayat, dan lain’lain) ini, kita harapkan terus menerus berpartisipasi,” imbuhnya.

Sebelumnya, pemaparan perspektif narkoba dalam hukum Islam yang disampaikan oleh Abdul Rojak, bahwa narkotika dalam hukum Islam mentolerir hal itu, dengan catatan untuk tidak dikonsumsi.

“Yang haram itu kan kalau menjadi pencandu keseharian, itu merusak, beda kalau kepentingannya itu untuk medis atau darurat, diperbolehkan,” tuturnya.

Olehnya ada tiga mata rantai yang harus betul-betul disikapi bersama dalam rangka penanggulangan bahaya narkoba. Abdul Rojak mengkategorikan tiga hal diataranya pertama, penguatan pertahanan lembaga dalam keluarga, kedua, lembaga pendidikan, dan terakhir yang terpenting adalah faktor lingkungan.

Kegiatan seminar ini di hadiri pula antara lain Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, Kasat Resnarkoba Polres Tangsel Iptu. Edy Suprayitno, Kapolsek Serpong Kompol S. Lukito, Camat Serpong Utara Bani Chosyatullah. (Aj)