SEKILASBANTEN.COM, JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menyalami satu persatu pegawai Kementerian PANRB usai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 di Jakarta, Rabu (28/10). Langkahnya turun dari podium, langsung menyalami komandan upacara dan dilanjutkan dengan menyalami seluruh pegawai Kementerian PANRB.

Momen menyalami pegawai usai upacara menjadi hal baru yang tidak diduga oleh pegawai Kementerian PANRB. Kejadian itu tentu disambut hangat seluruh pegawai. Tradisi yang sejatinya telah dilakukan Menteri Tjahjo sejak menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri ini, mampu memberi kesan tersendiri bagi para pegawai salah satunya Yoga Faisal. CPNS yang bertugas di Kedeputian Sumber daya Manusia Aparatur ini mengatakan pengalaman tersebut sebagai pengalaman yang berharga.

“Saya melihat Pak Menteri sebagai sosok yang _down to earth_. Beliau berkenan menyalami semua karyawan beliau yang baru,” ujar Yoga.

Tidak hanya kesan membumi, Yoga merasa amat bersemangat untuk segera bekerja di bawah komando Menteri Tjahjo Kumolo. Ia berharap Kementerian PANRB bersama dengan menteri yang baru ini bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia terutama di bidang pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN), reformasi birokrasi, pelayanan publik, dan juga kelembagaan.

“Semangat sumpah pemuda ditambah dengan adanya nakhoda baru di Kementerian PANRB yaitu Pak Menteri Tjahjo harapannya bisa membuat para ASN milenial mengembangkan ide-ide kreatif untuk Indonesia, menjadi _role model_ untuk masyarakat, meyakinkan bahwa ASN dulu dan kini itu beda,” imbuhnya.

Lebih lanjut Yoga menambahkan peringatan sumpah pemuda bisa menjadi pemacu semangat para ASN untuk berkinerja dan memiliki inovasi yang tinggi, berkarya untuk bangsa. Sumpah pemuda menjadi momentum pengingat bagaimana dulu pemuda-pemuda berjuang bersama dari Sabang sampai Merauke. Sementara sekarang, sumpah pemuda dapat dimaknai dengan memberi sumbangsih terbaik dan menjadi panutan bagi masyarakat.

Momen peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 ini juga dimanfaatkan Menteri Tjahjo Kumolo untuk menyampaikan sejumlah pokok pesan bagi pemuda. Salah satunya adalah pentingnya persatuan dan kesatuan untuk membawa Indonesia menjadi negara maju.

“Pemuda untuk Indonesia maju adalah pemuda yang memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, inspiratif serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan dunia,” ungkap Menteri Tjahjo.

Upacara peringatan hari sumpah pemuda yang mengambil tema “Bersatu Kita Maju” tersebut digelar di halaman Kantor Kementerian PANRB. Usai membacakan sambutan, Menteri Tjahjo juga membacakan sebuah puisi berjudul Aku Melihat Indonesia. Puisi Aku Melihat Indonesia ditulis oleh Bung karno, proklamator sekaligus presiden pertama Republik Indonesia.

Berikut puisi yang dibacakan Menteri PANRB Tjahjo Kumolo :

Jikalau aku melihat gunung-gunung membiru, Aku melihat wajah Indonesia;

Jikalau aku mendengar lautan membanting di pantai bergelora,
Aku mendengar suara Indonesia;

Jikalau aku melihat awan putih berarak di angkasa, Aku melihat keindahan Indonesia; Jikalau aku mendengarkan burung-burung di pepohonan, Aku mendengarkan suara Indonesia;

Jikalau aku melihat matanya rakyat Indonesia di pinggir jalan, Apalagi sinar matanya anak-anak kecil Indonesia, Aku sebenarnya melihat wajah Indonesia. (Red)