SEKILASBANTEN.COM, KABUPATEN TANGERANG – Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap 3 orang anggota dan Pengurus Komisariat (PK) Federasi Serikat Buruh (FSB)  Garmen Kerajinan Tekstil Kulit dan Sentra Industri Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (Garteks) PT. Victory Ching Luh Indonesia oleh Manejemen PT. Victory Ching Luh Indonesia, yang beralamat di Jalan Otonom Pasar Kemis No. 48-49, Rt 003 Rw 004 Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, berbuntut panjang.

Sebagai organisasi buruh yang konsisten terhadap anggotanya yang bermasalah, pihaknya berupaya memberikan advokasi. Hal tersebut dibuktikan dimana Dewan Pengurus Cabang (DPC) FSB Garteks SBSI Tangerang Raya telah mengadukan perselisihan PHK sepihak, ke tingkat mediasi Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang. Yang beralamat di Jalan Raya Perahu Rt 05 Rw 01, Desa Perahu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (10/1/2019).

“Kami menduga segala persoalan yang sedang kami hadapi di perusahaan PT. Victory Ching Luh Indonesia, bukan murni perselisihan melainkan ada dugaan indikasi pihak perusahaan PT. Victory Ching Luh Indonesia keberatan dengan masuknya organisasi buruh yang kami naungi yaitu Federasi Serikat Buruh Garmen Kerajinan Kulit dan Sentra Industri Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSB Garteks SBSI) di perusahaan PT. Victory Ching Luh Indonesia,” kata Ketua DPC FSB Garteks SBSI Tangerang Raya, Tri Pamungkas SH.

Menurutnya, hal tersebut dikuatkan dari beberapa kali upaya pertemuan diperusahaan PT. Victory Ching Luh Indonesia, baik audiensi perkenalan adanya organisasi, perundingan bipartit atas pemutusan hubungan kerja tidak ditemuin oleh pihak manajemen PT. Victory Ching Luh Indonesia.

Tri Pamungkas juga mengatakan, parahnya lagi pada saat dirinya mendampingi anggota saat mediasi di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, perwakilan perusahaan/manajemen PT. Victory Ching Luh Indonesia menyampaikan bahwa FSB GARTEKS SBSI PT. Victory Ching Luh Indonesia belum terdaftar di perusahaan.

“Padahal faktanya kami telah memiliki bukti pencatatan organisasi buruh dan telah di beritahukan kepada pihak perusahaan PT. Victory Ching Luh Indonesia, ini menjadi tolak ukur seberapa memahami manajemen tentang Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh,” ungkapnya.

Tri Pamungkas juga meminta, kepada pihak perusahaan PT. Victory Ching Luh Indonesia untuk mempekerjakan kembali beberapa anggota dan Pengurus Komisariat FSB Garteks SBSI PT. Victory Ching Luh Indonesia yang di PHK sepihak pada posisi serta jabatan semula. Dan meminta segala hak yang timbul selama ditolak bekerja upahnya dibayarkan.

Sementera, Asman Hidayat, salah satu Tim Advokasi DPC Garteks SBSI Tangerang Raya, mengungkapkan,  PHK sepihak yang dilakukan perusahaan dengan alasan indisipliner, namun faktanya anggotanya tidak masuk kerja, dan telah memberikan informasi terlebih dahulu kepada atasanya dan juga sudah mengirimkan surat keterangan dokter ke perusahaan namun pihak perusahaan tidak memberikan persetujuan, hal ini membuat kami kecewa dengan sikap perusahaan.

“Tentunya kami dari Tim Advokasi DPC FSB Garteks SBSI Tangerang Raya, akan melaporkan dugaan tindak pidana pelanggaran ketenagakerjaan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186 Jo Pasal 93

ayat 2 Undang – Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan kepada pihak yang berwenang,” tandas Asman Hidayat.

Untuk diketahui, alamat kantor DPC FSB Garteks SBSI Tangerang Raya, di Ruko Mardigras Blok KC. 02 No. 35, Citra Raya, Panongan, Mekar Bakti, Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten.

Dan Sebagai informasi bahwa, PT. Victory Ching Luh Indonesia merupakan perusahaan yang memproduksi sepatu merk NIKE, beralamat di Jalan Otonom Pasar Kemis No. 48-49 Rt 003 Rw 004 Pasar Kemis, Banten Tangerang 15560. (Red).

 

(Sumber : DPC FSB Garteks SBSI Tangerang Raya)