SEKILASBANTEN.COM, KABUPATEN TANGERANG – Dalam Rangka Hari Gerak Kesatuan Bhayangkara ke-67 tahun 2019. Polda Metro Jaya dan Pengurus Bhayangkari Metro Jaya menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan, bertempat di Kp. Baru, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis (26/9/2019) pagi.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Bhayangkari Polda Metro Jaya Ny. Widiastuti Gatot Edy Pramono, Dirbinmas Polda Metro Jaya Kombes Pol Umar Dani, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Abdul Karim dan Para PJU, Ketua Cabang Bhayangkari Polres Metro Tangerang Kota, serta Kapolsek Jajaran Polres Metro Tangerang Kota serta Stokeholder yang mewakili.

Dari pantauan sekilasbanten.com, warga yang mendapat kupon paket sembako dan pengobatan gratis sebanyak 1.750 orang. Mereka nampak sangat antusias mendatangi lokasi Baksos, yang ada dilapangan Kp.Baru, Kosambi dengan menunjukkan kupon yang mereka bawa kepada petugas.

“Kegiatan ini wujud kepedulian kita dari Polri sekaligus juga Bhayangkari Polda Metro Jaya, terkait momentum hari Ulang Tahun (Ultah) Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-67, kita berbagi kebahagian dengan warga masyarakat yang kurang beruntung dari aspek ekonomi,” kata Dirbinmas Kombes Pol Umar Dani, kepada wartawan mewakili Kapolda Metro jaya di Lokasi Baksos.

Dirbinmas berharap, sedikit sembako dan pengobatan gratis termasuk paket obat-obatan bermanfaat untuk mereka semuanya. Pihaknya menyiapkan 1500 paket sembako dan obat-obatan untuk masyarakat Kp. Baru, yang sebelumnya audah dilakukan pendataan.

“Mungkin belum bisa semuanya ya, nanti jika ada momentum lain kita akan berkegiatan lagi baik ditempat ini dan di tempat yang lain. Harapan kita jika masyarakat kesejahteraannya meningkat semakin baik, nanti bisa membawa dampak positif ke kondisi Kamtibmas secara keseluruhan,” ujarnya.

“Karena apa, masyarakat sudah nggak mikirin perutnya lagi semuanya sudah tercukupi bisa sejahtera dan tenang,” ucapnya.

Disinggung terkait meningkatnya eskalasi di Jakarta, Dirinya menghimbau kepada masyarakat nggak usah ikut-ikutan. Jika ada yang mengajak yang tidak jelas sumbernya dan tidak bisa di pertanggung jawabkan, dan berdampak merugikan bagi yang bersangkutan dan masyarakat secara keseluruhan.

“Kita timbang-timbang kalau orang Islam bilang tabayun, siapa yang ngajak dari mana sumbernya tujuanya untuk apa. Lebih baik kita konsen bekerja sesui bidang masing-masing hidup bisa memasyarakat dan baik sama keluarga. Kita doakan untuk semuanya mudah-mudahan segera kondusif,” harapnya.

Pihaknya (Polda Metro Jaya-red) juga sudah koordinasi dengan kepala kantor wilayah Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi DKI, bersama kepala sekolah yang ada se-DKI untuk membuat surat edaran maupun himbauan.

“Kami minta agar nanti pihak sekolah lebih ketat lagi, dan diberikan sanksi jika siswa melakukan tindak pidana dan melanggar hukum,” pungkasnya. (Gusnur).