SEKILASBANTEN.COM, TANGERANG SELATAN – Kepolisian Resort Tangerang Selatan mengungkap kasus persetubuhan anak di bawah umur yang menimpa siswi kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Reni Jaya, Pamulang Barat, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan dengan di dampingi oleh Kasat Reskrim Polres Tangsel Kasat Reskrim AKP Muharram Wibisono Adipradono, Kanit PPA IPTU Sumiran dan Kasubbag Humas IPTU Sugiyono mengatakan, sebagai pelapor adalah kakak kandung dari korban NMY (16) tahun warga Ciater Serpong, yang masih berstatus pelajar SMP Kelas 3 di Kota Tangerang Selatan.

“Tersangka JP (19) dan SY alias DM (22 melakukan persetubuhan dibarengi dengan intimidasi terhadap korban pada hari Minggu (16/6/2019) pukul 01.00 dinihari di sebuah gubuk yang tidak terpakai sekitar Reni Jaya, Pamulang. Kedua pelaku ini berprofesi sebagai pekerja di laundry dan tukang air galon,” kata Kapolres Tangsel

Kapolres Tangsel juga menjelaskan, jika pelaku JP dan temannya membujuk dengan setengah terpaksa.

“JP dan korban sudah berpacaran selama 4 bulan, yang awal perkenalannya lewat facebook. Tetapi justru yang melakukan pertama kali adalah rekan pacar daripada korban, kemudian barulah pacar korban yang melakukan.” Jelas AKBP Ferdy Irawan di halaman Makopolres Tangsel, Selasa (16/07/2019).

Akibat perbuatanya, pelaku di kenakan pasal 81 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 Tahun penjara. (Tb)