SEKILASBANTEN,COM, KOTA TANGERANG – Polres Metro Tangerang Kota Gelar Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Jaringan Narkotika Jenis Ganja, di Mapolres Metro Tangerang Kota, Senin, (08/07/2019).

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Abdul Karim, S.I.K, M.Si., menjelaskan, pengungkapan kasus narkotika jenis ganja sebanyak delapan kilogram. Berawalan dari informasi Masyarakat akan adanya transaksi yang berada di daerah serpong dengan adanya informasi tersebut kemudian dilakukan penyelidikan.

“Atas dasar informasi tersebut Petugas yang di Pimpin oleh Kanit I Sat resnarkoba Akp Riyanto, SH, melakukan penyelidikan dan Pemantauan selama 1 minggu, pada saat melakukan pemantauan anggota mencurigai seseorang (sesuai informasi) dan dilakukan pembuntutan dari daerah Serpong Tangerang Selatan dan berhasil ditangkap pada hari Minggu, 30 Juni 2019,” ujar Kapolres saat gelar konferensi pers di Mapolres Tangerang Kota.

Lanjut Kapolres, dengan inisial RD yang beralamat di Kampung Cibogo, Ciseeng, Bogor dan barang bukti 3 paket besar narkotika jenis ganja 2.818 gram brutto.

“Dari hasil itu kemudian dilakukan pengembangan dan berhasil ditangkap tersangka berinisial AR didaerah Kampung Malang Nengah, Ciseeng, Kabupaten Bogor dengan barang bukti yang berhasil disita narkotika jenis ganja 5 paket besar dan 11 paket kecil 5.194 gram brutto,” tambah Abdul Karim.

Abdul menjelaskan, adapun cara pengiriman Narkotika jenis ganja melalui jalur darat dengan cara dikirim melalui truk fuso yang diambil oleh tersangka AR di daerah Cibubur Jakarta Timur dengan dipindahkan menggunakan mobil yang digunakan oleh tersangka AR dan di bawa kerumah tersangka RD. Selanjutnya dalam jangka waktu kurang lebih 2 minggu narkotika jenis ganja di edarkan di wilayah jakarta dan tangerang.

“Adapun barang bukti 3 paket besar narkotika jenis ganja dengan berat brutto 2.818 gram dan 5 paket besar serta 11 paket kecil narkotika jenis ganja dengan berat brutto 5.194 gram. Keseluruhan barang bukti narkotika jenis ganja seberat 8.012 gram/ 8 kg diamankan oleh satres narkoba polres metro tangerang kota,” terangnya.

Kini para tersangka di jerat pasal 114 ayat (2) subs pasal 111 ayat (2) Undang – Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Tersangka terancaman dengan hukuman paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara atau dapat diancam seumur hidup/pidana mati,” tukasnya. (Aris)