SEKILASBANTEN.COM, TANGERANG SELATAN-Perusahaan bitcoin atas nama PT Dunia Coin Digital dilaporkan ke pihak Kepolisian oleh para nasabah yang telah menjadi korban. Puluhan orang menjadi korban investasi bodong mengatasnamakan uang digital (cryptocurrency), investasi uang digital yang penyebarannya sangat cepat melalui perkembangan teknologi internet.

Disebutkan perusahaan tersebut diduga tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun sejak 2016 lalu perusahaan tersebut aktif beroperasi menjaring masyarakat luas untuk menjadi member.

Salah satu korban investasi bodong Tju R Dina (50), mengatakan, awalnya Ia ditawari dan dikenalkan dari seorang teman pada sekitar bulan april 2018 dengan orang berinisial AMH. Dia menceritakan bahwa menjalankan bisnis ini amanah dari masyarakat menengah kebawah dan bersifat membantu.

“Wah hebat kata saya. Kemudian saya berinvestasi dimulai dengan paket gold, yaitu senilai Rp 6,8 juta saya memulai dengan dua paket, 10 hari berjalan, saya terima keuntungan investasi itu. Awalnya  saya merasa bonus lumayan karena besar Rp 6,8 juta, 10 hari saya dapat Rp 250 ribu,” jelasnya.

Dia melanjutkan ada paket titanium Rp 45 juta dengan bonus senilai Rp 6,6 juta, Akhirnya saya menjual mobil untuk menambah jumlah dan mengajak teman-teman yang lain. Seiring waktu karna pakai OJK diganti dengan WS point saya mulai ragu karna terkadang sudah masuk coin, namun coin tidak bisa di uangkan, dengan alasan ada masalah dengan maintenance dan input lainnya,” terangnya.

Dina meneruskan, menurutnya, perusahaan mengarahkan para member membeli paket-paket yang tersedia, yakni paket Silver Rp1,4 jutaan, Gold Rp7,3 juta, Platinum Rp 14 juta, dan Titanium Rp 43 juta.

Tiap pembelian paket diiming-imingi bagi hasil bonus pasif yang dibayar setiap 10 hari sekali, member juga bisa mendapat bonus aktif yang dibayar harian jika bisa mengajak orang lain bergabung membeli paket.

“Saya hingga jual rumah dan mengembalikan uang anggota tim yang sudah saya rekrut total semua satu tim ada sekitar Rp 6 milyar dan uang pribadi saya ada sekitar Rp 1,5 Milyar,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, kuasa hukum korban investasi bodong mengatakan, berdasarkan pengakuan para korban yang datang ke kantor kami kuasa hukum , setiap orang dapat menaruh dana di WX-Coin dengan cara membeli paket yang dikehedaki dan anggota dijanjikan bagi hasil berupa bonus pasif yang dibayar setiap 10 hari

“Para members yang berhasil mendapatkan anggota baru bisa dapat bonus aktif yang dibayar harian kisaran 1,2 jt,” jelas Ibrahim saat pertemuan bersama awak media di Reni Jaya Pamulang Barat Tangerang Selatan(Tangsel), Kamis(19/9/2019) Kemarin

Ia melanjutkan bahwa model sepeti ini sudah tidak memenuhi unsur penawaran, tidak logis, juga bukan bisnis yang legal, “sebagaimana ditegaskan oleh Satgas Waspada Investasi bahwa WX-Coin merupakan salah satu dari 18 entitas yang melakukan praktik investasi ilegal,” terangnya

Ia berharap kepada penyidik, selain memaksimalkan undang-undang terkait, juga dapat mengembangkan tindak pidana lainnya.

Tidak menutup kemungkinan dengan terbongkarnya tipu muslihat terlapor, diduga ada pihak yang dirugikan secara imateri.

“Kami menyakini, laporan yang kami buat di Mabes Polri ini akan berjalan sesuai aturan yang berlaku. Dan kami menghimbau kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh saudara terlapor harap membuat pengaduan datengi kantor-kantor polisi terdekat,” paparnya.

(Aj)