SEKILASBANTEN.COM, JAKARTA – Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (YAPELH) Indonesia, selasa siang (6/1) menggelar aksi demontrasi di depan Menara Astra, Jalan Jenderal Sudirman Kav 5-6, Jakarta Pusat.

Direktur Eksekutif YAPELH, Uyus Setia Bhakti menjelaskan, bahwa aksi damai tersebut merupakan aksi lanjutan yang sebelumnya telah dilakukan di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Desember lalu.

“Aksi hari ini kali keduanya kita lakukan, tuntutan kita hanya minta agar ASTRA Komitmen dan Konsisten Menjalankan Visi Perusahaanya yang katanya ramah lingkungan, faktanya ASTRA lemah dalam supervisi pengawasan terhadap perusahaan penyuplai aki,” tegasnya.

Uyus memberikan contoh lemahnya pengawasan seperti pengolahan limbah aki bekas yang tidak sesuai peraturan yang diduga dilakukan oleh PT. Indra Eramulti Logam Industri (IMLI), yang merupakan perusahaan penyuplai timah hitam PT. CBI
yang merupakan anak perusahaan dari PT. ASTRA OTOPARTS. PT. Indra Eramulti Logam Industri (IMLI).

Perusahaan tersebut dinilai telah melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Peraturan Pemerintah No 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3).

“Ini bukan aksi terkahir, kita akan aksi lagi bila astra tidak sungguh-sungguh dan menjalankan tuntutan kami,” tandasnya.

Sebagai lembaga yang concern dalam advokasi pelestarian lingkungan hidup sejak tahun 2002, pihaknya menuntut agar pemerintah dalam hal ini Kementrian LHK segera menindaklanjuti surat pengaduan yang dilayangkan YAPELH, serta memberi sanksi tegas industri pencemar lingkungan penghasil limbah B3.

Pantauan di lapangan bahwa sempat perwakilan ASTRA menemui massa aksi, namun ditolak Uyus lantaran dianggap bukan pemilik kebijakan.

“Kita mau ketemu sama direktur, kalau bukan yah ga usah,” pungkasnya.

Kendati hujan mengguyur, massa aksi tetap bertahan dan berakhir sekitar pukul 17.00 massa membubarkan diri dengan tertib. (Gusnur).