SEKILASBANTEN.COM, KOTA TANGERANG – Tolak Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerjqa OMNIBUS LAW. Ribuan buruh yang tergabung di Aliansi Buruh Banten Banten (AB3) akan adakan aksi turun ke jalan mengerah ke gedung Propinsi Banten pada Selasa 3 Maret 2020.

Hal itu dikatakan Ketua AB3 Dedi Sudrajat dalam Konferensi Pers yang berlangsung di gedung Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kofederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Tangerang, Senin (19/2)

Pada konferensi pers tersebut Dedi menilai, aturan kerja (OMNIBUS LAW) salah satunya akan berdampak pada seluas-luasnya pekerja Asing dari Luar Negeri masuk.

“Omnibus Law tidak ada batasan waktu kerja dan tidak adanya sistem pengangkatan karyawan tetap dan adanya para investor akan merajalela bebas menguasai dunia kerja dampaknya kita jadi penonton dan banyak pengangguran baru. Dengan¬†adanya sistem Omnibus Law,” ungkapnya.

Dikatakan lagi semua mengarah kepada sistem outsourcing dengan 5 bidang pada realiasisnya tidak sesuai prosedur dan tidak ada lagi 5 hari kerja bagi pekerja. Semua sistem kerja kontrak dengan tidak ada lagi sistem kontrak minimal 2 Tahun setelah itu pengangkatan Menjadi Karyawan Tetap.

“Para pekerja kontrak waktunya sangat sedikit untuk istirahata dan hak untuk harapan jadi karyawan akan sulit bahkan tidak mungkin jadi karyawan tetap dalam sebuah perusahaan,” paparnya.

“Kita pahami bahwa ini gerakan dari semua para buruh serta harus bersatu dalam menyikapi terkait aturan kerja Omnibus Law,” tambah Dedi Sudrajat.

Adapun jumlah dari seluruh aliansi sekitar 25.000 massa akan turun ke jalan menuju Propinsi Banten dalam menolak RUU Cipta Kerja OMNIBUS LAW.

“Harapan dari gerakan Buruh AB3 menginginkan seluruh Buruh mendapatkan kesejahtraan,” tukasnya.(MRY/RS)