SEKILASBANTEN.COM, KOTA TANGERANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah (Gakumda) Kota Tangerang, melaksanakan penertiban  gerobak statis di trotoar dan di atas saluran serta di badan jalan, Senin (10/12/2018).

Adapun lokasi penertiban diantaranya, Jalan Merdeka didapati 4 buah  gerobak, Jalan DaanMogot 2 buah gerobak dan Jalan Soedirman 2 buah  gerobak. Selanjutnya gerobak-gerobak yang sudah ditertibkan langsung di angkut ke Mako Satpol PP Kota Tangerang.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah (Kabid Gakumda) Kaonang menjelaskan, penertiban dilakukan atas perintah Kasat Pol PP Kota Tangerang, H Mumung Nurwana. Menurutnya gerobak-gerobak tersebut ditertibkan lantaran melanggar Perda No 08 Tahun 2018 tentang Ketentraman ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

“Jadi ini hanya sok terapi awal, pemilik gerobak sudah mulai berdatangan di Mako kita, dan gerobak bisa diambil bila sudah 10 hari, itupun harus membuat pernyataan bermeterai. Bahwa gerobak  tidak untuk jualan di trotoar dan atau di bahu jalan,” jelas Kaonang.

Kaonang menegaskan, bahwa mulai Januari 2019 sudah mulai disidangkan, dengan ancaman  minimal Rp500.000 ribu, sesuai Perda No 08 Tahun 2018 tentang Ketentraman ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

“Dalam penertiban nantinya kita sangat membutuhkan alat untuk evakuasi  gerobak yang berisi berbagai macam dagangan, dan sangat berat kalau diangkat menggunakan tenaga manusia sangat menyulitkan,” ujarnya.

Kaonang menambahkan, untuk mempercepat aksi dilapangan dalam penertiban pihaknya akhirnya sewa alat berat berupa porklip. Kendati dalam pelaksanaanya situasi hujan tidak mengendorkan semangat tim Bid Gakumda terus melakukan penertiban.

“Giat penertiban dengan alat berat menggunakan porklip merupakan inovasi baru, setelah kita belajar dari Kota Semarang. Dan dalam pelaksanaan penertiban ini kami didampingi Kasi Penegakan, Kasi Hubtarga PPNS serta Staf Gakumda,” punkasnya. (Gusnur)