SEKILASBANTEN.COM, KOTA TANGERANG – Sembilan orang pelaku aksi tawuran yang terjadi pada, Minggu (12/5) dini hari ini, di depan Transmart Cikokol, Tangerang. Berhasil ditangkap anggota Polsek Tangerang (Benteng).

Diketahui, dari sembilan orang pelaku aksi tawuran satu orang pelaku kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit atas nama Galang Agustiansyah (21). Terhadap dirinya akan diproses jukum agar jera sesuai pasal 2 ayat (1) UU Darurat No.12 tahun 1951 tentang sajam. Sedangkan 8 pemuda lainya, antara lain inisial R (22), RA (20), ARN (21), MSM (22), AS (22), RM (19), MI (19), dan WD (20).

Menurut Kapolsek Tangerang Kompol Ewo Samono SH, tawuran kelompok pemuda kerap kali terjadi saat menjelang sahur, pada bulan suci Ramadhan 1440H/2019 di wilayah hukum Polsek Tangerang, Polres Metro Tangerang Kota.

Adapun tempat-tempat wilayah hukum Polsek Tangerang yang sering dijadikan lokasi tawuran meliputi Jembatan Merah kampung Babakan, Cikokol, Jalan MH Thamrin, Kebon Nanas, Tangrang dan Jalan Benteng Betawti, Tanah Tinggi, Tangerang.

“Para kelompok pemuda tersebut, melakukan aksi tawuran dengan cara membuat janji melalui media sosial, Facebook, Instagram, dan WeChat,” jelas Ewo.

Guna mengatasi aksi tawuran, Kapolsek Tangerang Kompol Ewo Samono, telah membentuk 3 kelompok tim. Masing-masing tim dipimpin seorang perwira yang di tempatkan di titik rawan tawuran.

“Tim yang saya bentuk ini, apabila sewaktu-waktu dibutuhkan bisa mengendalikan situasi, saya juga perintahkan Unit Reskrim melakukan penyelidikkan terhadap kelompok-kelompok pemuda tersebut,” kata Ewo.

Dijelaskan Ewo, bahwa sebelumnya Minggu, 12 Mei 2019, sekira jam 02.00 WIB. Dapat informasi akan adanya aksi tawuran di Jembatan Merah, Babakan. Lantaran di lokasi tersebut sudah ditempatkan beberapa anggota kepolisian, baik berpakaian Dinas maupun berpakaian preman.

Diduga aksinya bocor, sehingga para pemuda yang rata-rata menggunakan sepeda motor berboncengan kurang lebih sebanyak 20 unit, dengan cara konvoi berkeliling di Kota Tangerang.

Terhadap pelaku tawuran yang tidak membawa senjata tajam, dilakukan pembinaan oleh Unit Binmas. Namun sebagai efek jera tetap dilakukan penangkapan selama 1X24 jam, dan kepada keluarganya diberikan penjelasan, agar membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatanya diketahui RT, RW dan Lurah setempat.

Bagi yang masih sekolah harus diketahui Kepala Sekolahnya, untuk yang kedapatan membawa senjata tajam tetap diproses menurut hukum yang berlaku.

“Saat melakukan penangkapan anggota saya sempat mendapatkan perlawanan dari pemuda yang tawuran, dengan cara mengayunkan celurit ke anggota saya namun dapat dihindari, bahkan anggota saya ada yang terkena pukulan bambu di kepalanya,” kata Kapolsek.

Tak hanya itu, Ia juga menyarankan kepada warga yang memiliki anak muda untuk tidak ikut-ikutan tawuran, balapan liar, konvoi motor serta disarankan tidak nongkrong nongkrong hingga dini hari, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sampai saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku membawa senjata tajam. Serta mendalami apa motif atas tawuran tersebut,” pungkas Kapolsek Tangerang, Kompol Ewo Samono. (GN).