SEKILASBANTEN.COM, KABUPATEN TANGERANG – Para pelaku pencurian dengan kekerasan di sebuah toko Hanphone (HP) yang sempat viral, lantaran aksinya terekam CCTV, akhirnya berhasil diringkus Tim Satuan Reserse kriminal (Satreskrim) Polresta Tangerang dibantu Tim Resmob Polda Banten.

Polisi hanya butuh waktu 4 hari, pasca kejadian perampokan yang terjadi pada Senin (29/7/2019) sore hari lalu, di Desa Dukuh, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. 3 orang Pelaku dan 1 orang Penadah barang rampokan ini diringkus Polisi di tiga tempat berbeda.

Tiga pelaku utama perampokan ini yakni berinisial MN (38) warga Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, AF (36) warga Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, Sumatra Selatan dan HD (29), warga Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Sedangkan tersangka penadah AR (36) warga Ciampea, Bogor.

Petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur, dengan menembak kaki tersangka. Pasalnya, pelaku melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. Saelain mengamankan para tersangka, Polisi juga mengamankan 2 buah senjata mainan, flashdish CCTV, 1 unit motor Honda Beat dan 6 HP berbagai merk serta satu tas hitam.

Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif, kepada awak media saat menggelar Pers Release, Kamis (8/8/2019) mengungkapkan,
bahwa pengungkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan dan kerja keras Tim Reskrim dan Resmob. Tiga hari pasca peristiwa perampokan, hingga Kamis (1/8/2019) lalu, petugas berhasil mengendus keberadaan tersangka MN sebagai otak pelaku.

“Pelaku MN ditangkap pada Jumat (2/8/2019) malam di daerah Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sebelumnya pelaku sempat sembunyi di Bogor,” ungkap Sabilul Alif, didampingi Kasatreskrim AKP Gogo Galesung.

Dalam pemeriksaan, MN mengaku melakukan perampokan dibantu AF dan HD, dan barang hasil perampokan dijual kepada AR. Berbekal dari pengakuan tersebut, tersangka AR diamankan dikediamannya di Komplek Gria Salak Asri Ciampea, Bogor, Jawa Barat.

“Dari penadah AR diamankan barang bukti 2 unit handphone yang diduga sebagai barang rampokan,” kata Sabilul.

Usai mengamankan AR, anggota bergerak ke rumah kontrakan pelaku HD daerah Desa Peusar, Kecamatan Panongan, Sabtu (3/8) dini hari. dari Dia didapati barang bukti berupa 1 unit Honda Beat dan 2 helm yang digunakan saat melakukan aksi, serta 3 buah Hp hasil rampokan.

“Kedua tersangka ini kami ambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak bagian kaki, karena  melakukan perlawanan ketika diminta untuk menunjukan lokasi penadah lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Sabilul menambahkan, pengembangan terus dilakukan untuk memburu tersangka AF, yang diketahui bersembunyi di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah. Di rumah mertuanya, tersangka AF adalah pelaku yang terekam di layar CCTV menodongkan senjata api replika (Mainan) kepada penjaga toko.

“Tersangka AF juga terpaksa diambil tindakan tegas dan terukur, karena mencoba melarikan diri dengan berpura-pura akan buang air dalam perjalanan menuju Tangerang. Dari dia kita dapati barang bukti 2 senjata replika dan 2 unit handphone hasil rampokan,” terang Sabilul.

Menurut Sabilul, dalam melakukan aksi perampokan toko hp tersebut, ketiga tersangka memiliki peran berbeda-beda, pelaku HD berperan sebagai pencari serta penunjuk lokasi sasaran, dengan menggunakan kendaraan Honda Beat, sedangkan tersangka MN dan AF sebagai eksekutor lapangan.

Untuk diketahui, Dalam aksi perampokan yang dilakukan, para pelaku berhasil menggasak 48 handphone yang masih tersegel dengan kerugian ditaksir senilai Rp150 juta. (Aris/GN)