SEKILASBANTEN.COM, Bangka Belitung – Usai menuai rentetan hasil yang kurang maksimal di empat laga terakhirnya, akhirnya Pendekar Cisadane bangkit dan bisa membawa pulang poin penuh dari pertandingan tandang melawan Aceh Babel United, Rabu, 7 Agustus 2019.

Dilaga yang berlangsung di Stadion Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka, Persita menurunkan kekuatan terbaiknya. Terlebih beberapa pemain seperti M. Roby dan Adittia Gigis yang sempat absen dilaga kontra Cilegon pekan lalu sudah bisa diturunkan sejak awal. Disusul Asep yang masuk menggantikan Qischil di babak kedua.

Sejak awal pertandingan, Persita sebenarnya sudah aktif menyerang. Tapi memang kondisi lapangan dan rumput yang sangat tidak mumpuni, memperlambat serangan dan gerakan-gerakan para Pendekar yang terlihat tidak leluasa menggiring dan mengumpan bola.

Kondisi lapangan memang cukup memprihatinkan dengan ketebalan rumput yang sangat minim, kering dan campuran pasir yang mendominasi. Tapi apa pun kondisi lapangan, pemain Persita tetap berusaha untuk memperlihatkan permainan terbaik mereka.

Aceh Babel United pun serupa dan tidak bisa dipandang sebelah mata karena beberapa peluang juga sukses diciptakan, meski masih bisa diselamatkan oleh kiper Annas Fitranto yang tampil cemerlang di pertandingan kali ini.

Kendati telah menciptakan beberapa peluang di awal, tapi baru di menit ke-20 Sirvi Arvani bisa menjebol gawang Aceh Babel United lewat sundulan, setelah sebelumnya menerima umpan dari tendangan sudut.

Ketinggalan satu gol, Aceh Babel United kian ganas menyerang. Satu demi satu kesempatan datang namun semua masih bisa digagalkan hingga turun minum. Skor bertahan 1-0 hingga akhir
babak pertama.

Unggul 1-0, di babak kedua mau tak mau Persita harus mempertebal pertahanannya. Permainan
pun berlanjut ketat dan sengit. Aroma emosi yang mulai meninggi pun tercium. Akibatnya, ada 5
kartu kuning yang diterima Persita selama babak kedua.

Sementara di babak pertama, Rio sudah mendapatkan satu kartu kuning terlebih dahulu. Serangan beruntun terus dilancarkan Babel United hingga menit-menit terakhir. Dalam periode penambahan waktu 5 menit pun, Babel tak mengendurkan serangan mereka.

Beruntung, barisan pertahanan Persita masih solid dan kokoh. Kemenangan pun dipastikan jadi milik Pendekar usai
wasit meniup peluit akhir dan skor bertahan 1-0. Menang di kandang lawan, Pelatih Kepala Persita memuji kerja keras tim asuhannya. Meski kesulitan dan terkendala soal kondisi lapangan, pemain membuktikan kesolidan mereka saat laga sore ini.

“Terima kasih perjuangan dari pemain kami ya, memperjuangkan sehinga kami dapat poin penuh
di sini. Memang kami sudah Official Training dan coba lapangan, tetapi memang itu yang menjadi kendala buat kami, sehingga kami tidak bisa mengembangkan permainan yang cukup bagus ya,” ujar Widodo, usai pertandingan di Stadion Depati Amir.

“Karena setelah terjadi gol tadi, kami berpikir pemain kami tidak terbiasa dengan lapangan berpasir sehingga banyak yang menjadi kram, cedera. Jadi tadi kami berpikir sudah untuk bertahan saja. Jadi tadi memang kami bertahan, setelah kebobolan itu beberapa menit, tetapi inilah sepak bola, ya dimana kita bisa mempertahankan keunggulan, ya kita harus,” tukasnya.

Tak hanya itu, rasa syukur juga disampaikan M. Roby yang di pertandingan kali ini mengambil alih posisi Egi sebagai Kapten Tim sejak menit ke-71. “Ya alhamdulillah ya, kita dapat memperoleh poin di
sini. Sebenarnya ya berat juga ya main di sini. Ya itulah tadi semua teman-teman, semua mau kerja, bertarung, alhamdulillah,” kata Roby.

Terkait gol Sirvi yang kesembilan yang sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai top scorer sementara Liga 2 2019, Widodo tak berkomentar banyak. Karena di matanya, yang paling utama
adalah kerja keras tim, bukan hanya hasil individual belaka.

“Kalau saya menilai untuk semua
pemain kami, sudah bekerja keras semua, saya tidak menilai hanya satu pemain,” ucapnya.

Terkait jumlah kartu kuning yang cukup fantastis di pertandingan ini, Widodo pun mengaku menyayangkan hal tersebut. “Ya sangat disayangkan memang, saya sudah mewanti-wanti. Tetapi bagaimana lagi, itulah sepak bola ya, di mana yang setiap pertandingan menguras emosi, di mana emosi itu yang memang harus kita reda. Tapi ternyata tadi lima kartu kuning ya, kita tidak bisa apa-apa lagi, sudah terjadi, sangat disayangkan,” tutur sang pelatih.

Selanjutnya, Persita akan kembali ke Tangerang untuk melewati pertandingan kandang di pekan
kesebelas, sekaligus pertandingan terakhir di paruh pertama Liga 2 2019. Pertandingan pekan depan akan mempertemukan Persita dengan tim Blitar Bandung United dan akan digelar pada Selasa, 13 Agustus 2019. (Red/Mus)