SEKILASBANTEN.COM, KOTA TANGERANG – Terkait kemacetan yang terjadi di Jalan M. Toha mulai dari PT Istem hingga simpang tiga galeong. Khususnya di seputaran depan PT Panarub, Wali Kota Tangerang pernah usul pindahkan pasar Rhamadhani dan Terminal Pasar Baru ke perbatasan Kota/Kabupaten, namun ditolak dewan.

Hal itu diungkap Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah, saat menerima audensi dari pengurus Forum Wartawan Tangerang (Forwat) Jum’at (8/11/2018). Di Ruang kerja rapat Wali Kota, Lantai 2 Puspemkot Tangerang.

Pasalnya kemacetan yang terjadi dijalan M. Toha saat jam berangkat kerja maupun saat jam pulang kerja, sudah terjadi puluhan tahun sehingga dikeluhkan warga dan para pengguna jalan, yang setiap hari melintasi jalan tersebut.

“Terkait kemacetan di Jalan M. Toha saya pernah usulkan untuk memindahkan terminal dan pasar Rhamadani ke perbatasan Kota/Kabupaten namun waktu itu ditolak rekan-rekan dewan,” ujar Arief.

“Kalau di depan Panarub tetap ada pasar ya akan terus seperti itu, mau sampai kapanpun,” kata Arief.

Menurutnya, kenapa pasar dipindah, lantaran nilai sudah tidak strategis lagi berada ditengah kota. Maka konsep pasar itu sudah Ia sampaikan kepada temen-temen PD pasar dan Indag.

“Pasar-pasar yang ada harus dibikin tematik karena kalau kebutuhan harian kaitan sayuran, dan lain sebagainya masyarakat sudah terpenuhi,” jelasnya.

Sementara masyarakat pengguna Jalan M. Toha berharap, segera ada solusi dar Pemkot Tangerang untuk mengatasi persoalan yang dinilai sudah sangat komplek, selain Pabrik ada ratusan PKL yang setiap hari berdagang di atas trotoar yang seharusnya dipakai pejalan kaki.

Tak hanya pabrik, keberadaan pasar yang berdanpingan dengan terminal juga menjadi penyebab salah satu kemacetan di Jalan M. Toha, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. (Gusnur).