SEKILASBANTEN.COM, TANGSEL – Polsek Pondok Aren, bersama  Polres Tangerang Selatan mengelar rekontruksi terkait tindak pidana kekerasan di muka umum, hingga menyebabkan orang lain meninggal dan beberapa korban lainya terluka sehingga mengalami traumatik.

Pelaksanaan rekontruksi dilakukan di Polsek Pondok Aren dipimpin langsung Kapolsek Kompol Yudho Huntoro dan Kasat Reskrim Polres TangSel AKP Alexander Yurikho, diikuti team pelaksana, Kanit PPA Polres Tangsel, Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren Iptu Mulyono, Panit Reskrim Polsek Pondok Aren Aipda Yahya dan penyidik Polsek Pondok Aren  Aipda Ardi.

Ada 13 adegan yang dilakukan para tersangka saat Rekontruksi, diawali ketika mereka berkumpul untuk berbagi tugas dan merencanakan aksi mereka. Kesembilan tersangka secara lancar dan tidak canggung memperagakan adegan demi adegan kejahatan yang mereka lakukan.

Adapun ke sembilan tersangka saat dihadirkan di rekontruksi yakni, SN Als Mamet (18), WP Als Tio (16), MI (16) ,AFB Als Damai (18), S Als udin (14), RDA, BKA Als Gondes (17), DMI (17) dan MY Als Kancil (14) sedangkankan 2 orang tersangka kini masih DPO.

Pelaksaan rekonstruksi  berakhir  di Jalan Bintaro Utama Sektor V, Jurang Mangu, Pondok Aren di sanalah komplotan pasukan kodok beracun berhasil menghabisi korbanya.

Namun sayang kelima korban atas nama  Alan Sutandi, Sadam Refaldi , Ade Irfan Maulana, Aziz dan Syahdu, tidak dapat dihadirkan lantaran masih dalam perawatan, bahkan salah satu korban mengalami traumatik sehingga digantikan pemeran pengganti.

Seusai rekontruksi, Kapolsek Pondok Aren Kompol Yudho Huntoro, kepada awak media menjelaskan, bahwa dalam rekontruksi didapatkan beberapa  fakta baru , para pelaku dan para korban telah mempersiapkan rencana pertemuan untuk tawuran, termasuk senjata tajam yang telah dipersiapkan kelompok para tersangka.

“Aksi perkelahian terjadi dua kali dengan perkelahian yang pertama, pihak para tersangka yang mengalami  kekalahan, kemudian selang tidak berapa lama, perkelahian kedua terjadi dengan pihak korban hingga mengakibatkan luka dan meninggal dunia,” terang Kapolsek, Senin (10/12/2018).

Menurut Kapolsek, para tersangka sempat berusaha mengilangkan barang bukti berupa senjata tajam setelah melakukan tindak pidana.

“Ini merupakan kejadian  tawuran terbesar, karena hingga menewaskan korbannya bahkan melibatkan 12 orang, dan rekontruksi ini kita laksanakan untuk melenkapi berkas untuk dilimpahkan ke kejaksaan,” tutup Kapolsek Pondok Aren. (nur)