Home / Kota Tangerang / PENDIDIKAN

Kamis, 30 Juli 2020 - 01:27 WIB

Tuntut Rektor Mundur, Elemen Alumni STISIP Yuppentek Gelar Aksi Damai

SEKILASBANTEN.COM, KOTA TANGERANG – Tuntut Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Ilmu Politik (STISIP) Yuppentek Tangerang mundur, elemen Alumni STISIP Yuppentek Gelar Aksi Damai di depan kampus, Kawasan Pendidikan Cikokol, Kota Tangerang, Rabu (29/7/2020) sore.

Direktur Hubtarga Iluni STISIP Yuppentek, San Rodi Kucai dalam curhat mahasiswa dan alumni menyampaikan tiga persoalan, yakni turunkan Ketua STISIP Yuppentek, stop politisasi kampus dan reformasi manajemen kampus.

“Ketua STISIP Yuppentek itu ASN di Pemkot Tangerang, namun turut hadir dan melakukan orasi di depan Pemkot Tangerang, saat Love Moment,” kata Kucai

Selain itu, Kucai juga meminta adanya perbaikan manajemen kampus. Ia menilai saat ini kampus tersebut mengalami kemerosotan.

“Saya minta dengan hormat Kang Mas Bambang beserta civitas akademi agar lebih meningkatkan pendidikan di STISIP Yuppentek,” ujar Kucay.

Kucay menambahkan sebelum curhat mahasiswa dan alumni digelar, telah tersiar kabar isu hoax di WhatsApp bahwa aksi tersebut chaos.

Terpisah, Ketua Umum Ikatan Alumni (Iluni) STISIP Yuppentek, Kaonang mengungkapkan pihaknya mendapat hoax tersebut dari anggota Iluni. Untuk menjaga physical distàncing, sejumlah alumni sekolah tinggi tersebut tidak turut bersama Kucay, mereka memantau di luar lokasi.

“Sejujurnya kita orang yang sangat mencintai kampus STISIP Yuppentek. Kampus ini perlu evaluasi bersama. Kalau di satu pihak menyatakan sukses banget, di lain pihak kita harus mampu mengevaluasi. Kalau kita ga mampu mengevaluasi, ya selamanya kampus itu seperti ini, stagnan. Ini tidak bisa dibiarkan, harus ada reformasi manajemen,” ungkap Kaonang.

Baca Juga  Nasi Kotak Gratis Disediakan Saat Kampanye Paslon 02 di Kota Tangerang

Ia menegaskan, jangan sampai Ketua STISIP Yuppentek sibuk melakukan hal-hal di luar, padahal kampus memerlukan pemikiran konsentrasi dari ketua. Ini, lanjut Kaonang adalah urusan internal, orang lain tidak perlu ikut campur.

Sementara Penasehat ikatan alumni tersebut, Marwan mengatakan, Ketua STISIP Yuppentek sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) jangan berpolitik praktis. Bila ingin berpolitik praktis, maka jangan jadi ASN.

“Sebagai alumni kami keberatan dengan sepak terjang ketua sekolah tinggi tersebut, yang melakukan aksi turun ke jalan,” tukasnya.

Sekretaris Iluni STISIP Yuppentek, Budi Permana mengungkapkan, hendaknya ketua sekolah tinggi tersebut membenahi rumah tangga internal. Menurutnya sangat sia-sia bila ketua berkeinginan membenahi yang di luar, sedangkan di dalam rumah tangga sendiri belum baik.

“Berangkat dari pemikiran yang sama dari mahasiswa yang curhat ke alumni, hal ini kita sampaikan dalam penyampaian aspirasi ini,” ujar Budi Permana.

Hendrianto, dosen kampus tersebut turut mengungkapkan rasa keprihatinannya. Menurutnya, Ketua STISIP Yuppentek tidak harus bekerja dan memikirkan eksternal, tapi harus memaksimalkan manajemen internal.

Menanggapi curhatan tersebut, Ketua STISIP Yuppentek Bambang Kurniawan menjelaskan dirinya merasa bukan diktator. Ia juga mengaku tidak pernah memusuhi orang.

Mengenai sejumlah tuntutan mahasiswa, kata Bambang, pihaknya telah memenuhi sebagian tuntutan dimaksud.

Soal tuntutan yang digaungkan Kucai dalam curhatan tersebut, yakni turunkan Ketua STISIP Yuppentek, menurut Bambang menurunkan itu harus ada aturannya.

Baca Juga  Pemkot Distribusikan APD Diri ke Seluruh RS di Kota Tangerang.

“Menurunkan seseorang itu ada aturannya,” tegas Ketua STISIP Yuppentek Bambang Kurniawan yang akrab disapa Mas Beng-beng.

Dalam kesempatan itu Mas Beng-beng juga memaparkan capaian kinerja positif dirinya dalam memimpin sekolah tinggi tersebut.

“Diawal saya sudah mendengar apa yang bang kucay bicarakan, dan kedua saya bicara gantian jadi saling bicara dan mendengar,” ujar Beng-beng.

Menurutnya, budaya dialog di kota Tangerang harus dikedepankan siapapun pemimpinya baik pemerintahan atau perguruan tinggi, ormas dan yang lain. Tanpa ada komunikasi yang baik lanjut dia, semua akan mandek.

“Hari ini saya mendengar apa yang disampaikan, tapi kalau dibandingkan data yang dimiliki kampus saya tidak ingin dikatakan Yuppentek tidak ada kemajuan. Mahasiswa kita saja tercatat ada 520 orang, untuk 2 program studi yaitu ilmu pemerintahan dan administrasi bisnis,” jelasnya.

Bambang juga menyebutkan, lembaga yang dipimpinnya adalah Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Ilmu Politik. Jadi, kata dia, hal yang lumrah bila berpolitik.

“Saya tidak boleh mengintervensi mahasiswa terkait kegiatan aksi-aksi silahkan itu proses pembelajaran mereka,” tandasnya.

Kepada para mahasiswa ia berpesan, mahasiswa harus menjadi insan akademik yang nakal dalam arti tanda petik. Kritikel tingkingnya harus bagus jadi stand of kritikelnya.

“Mereka harus berfikir kritis dan independensitasnya harus bagus jangan jadi mahasiswa masih bergantung sama yang lain-lain, harus punya integritas tinggi karena kampus adalah benteng terakhir membangun idealisme,” pungkasnya. (GN).

Share :

Baca Juga

Kota Tangerang

500 Sertifikat Tanah Diterbitkan Untuk Warga Kota Tangerang

PENDIDIKAN

Hari Pertama USBN di SMKN 6 Penerbangan Berjalan Lancar

PENDIDIKAN

UPT Pendidikan Kecamatan Periuk Gelar Festival Lomba Seni Siswa Nasional

PENDIDIKAN

TK MP Raih Juara 2 di Pekan Perlombaan Muharram As Salaamah

PENDIDIKAN

Kecewa Dengan Pemkot, Ratusan Guru Honorer K2 Temui DPRD

PENDIDIKAN

Sambut HUT Kota Tangerang ke-27, SMK Tangerang Global Gelar Tangerang Global Expo Perdana

PENDIDIKAN

Inobel Wadah Guru Kembangkan Inovasi

PENDIDIKAN

Wakil Walikota: Secara Umum Guru di Kota Tangerang Sudah Baik