SEKILASBANTEN.COM, KOTA TANGERANG – Polsek Neglasari, Polres Metro Tangerang Kota, berhasil menangkap 4 pelaku curanmor dan seorang penadah serta mengamankan barang bukti sebanyak 25 unit motor.

Hal tersebut diungkap Kapolsek Kapolsek Neglasari, Kompol R. Manurung, didampingi Kasubhumas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim dan Kanit Reskrim Polsek Neglasari IPTU Setyo, saat gelar pers konference di aula Mapolres Metro Tangerang Kota, Rabu (30/10/2019) sore.

Menurut Manurung, kejadian berawal dari seorang pelapor bernama Kacung Bambang Retno, yang motornya hilang saat di parkir di teras rumahnya. Di Komplek Serbaguna Sitanala RT. 002 RW 013, Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Neglasari.

Atas laporan tersebut, selanjutnya anggota saya dipimpin Kanit Reskrim IPTU Setyo, melakukan penyelidikan nomor polisi sepeda motor, didapatlah alamat motor ini di wilayah Kedaung.

“Dari situ terungkap siapa yang menggunakan motor pada malam itu, iya sebut nama UN alias Udin. Dia kita amankan yang kemudian UN mengaku melakukan pencurian malam itu di Komplek Sitanala,” ungkap Manurung.

Tak hanya itu, dari hasil penangkapan UN dikembangkan lagi dia menyebut ada 4 pelaku semuanya berhasil diamankan anggota Polsek Neglasari Pimpinan IPTU Setyo. Mereka mengaku sudah 17 kali melakukan pencurian.

“Hasil kejahatan yang mereka dapat di jual ke daerah Sepatan (penadah) yang berinisial SD alis Said. dari SD kita amankan barang bukti 25 Unit kendaraan. Kita masih dalami karena LP cuma 17 tapi bb nya 25 Unit, mungkin ada ketidak singkronan atau mereka berbuat di wilayah luar Neglasari,” kata Manurung.

Lebih lanjut Dia menjelaskan, bahwa dari masing-masing tersangka mereka saling mengenal (berhubungan). Dan dalam melakukan aksinya mereka menggunakan sandi “Kelapa Petik” artinya jika melihat motor mereka bilang kelapa dipetik (motor ambil).

“Dalam setiap aksinya mereka menggunakan alat konci later T yang ditaruh dibawah tiang listrik untuk digunakan bergantian antara mereka, dua diantara pelaku masih dibawah umur dan tidak bersekolah,” imbuhnya.

Atas perbuatanya para pelaku dijerat pasal 363 ayat 1 ke (3) dan (4) KUHPidana. Dengan ancaman penjara selama-lamanya 5 (lima) tahun. (Gusnur).