SEKILASBANTEN.COM, KOTA TANGERANG – Polres Metro Tangerang Kota kembali berhasil mengungkap kasus pembunuhan dan penganiayaan, yang mengakibatkan kematian.

Hal tersebut diungkap Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Abdul Karim SIK, MSI, saat menggelar konferensi pers, bertempat di depan lobi Mapolres Metro Tangerang Kota. Didampingi oleh Kasat Reskrim AKBP Deddy Supriadi, SIK, MIK dan Kasubbag Humas Kompol Abdul Rachim, Kamis (2/5/2019).

Menurut Kombes Pol Abdul Karim, antara korban dan tersangka yang bernama JM alias T, merupakan seorang waria yang dikenalnya melalui media sosial. Setelah itu dilakukan kopi darat disebuah apartemen di Cipondoh.

“Kronologis kejadiannya pada hari Sabtu tanggal 13 April 2019, sekira jam 11.00 wib, piket Reskrim Polsek Cipondoh mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada penemuan mayat di TKP, kemudian tim Reskrim dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu Moh Tapril, SH melakukan olah TKP dan diketemukan luka tusuk di dada sebelah kanan yang diduga penyebab kematian korban,” jelas Abdul Karim.

Berdasarkan keterangan saksi, lanjut dia, bahwa kamar apartemen disewa oleh JM, kemudian tim Resmob Polsek Cipondoh Gabungan tim Resmob Polres Metro Tangerang Kota, melakukan pengejaran ke daerah bogor yang diduga tempat tinggal orang tua JM. Namun tidak ada, kemudian tim Resmob melakukan pengejaran kerumah kakaknya di daerah Pekalongan.

“Alhamdulillah pada hari Minggu tanggal 14 April 2019 sekira jam 13.00 wib, tim gabungan Unit Resmob Polres Metro Tangerang Kota dan Unit Reskrim Polsek Cipondoh dipimpin Kanit Resmob AKP. Awaludin Kanur dan Kanit Reskrim Polsek Cipondoh IPTU Moh. Tapril dan Kasubnit Resmob Ipda. Adityo Wijanarko, akhirnya berhasil mengamankan diduga pelaku pembunuhan,” terang Kombes Abdul.

Menurut pengakuan tersangka, dirinya nekat melakukan pembunuhan, lantaran cekcok mulut setelah uang pembayaran setelah melakukan hubungan badan dipinta kembali oleh korban.

“Atas perbuatanya tersangka kita kenakan Pasal 338 KUHP Subs Pasal 351 ayat (3) KUHP, dengan ancaman penjara 15 Tahun,” tegas Kombes Abdul Karim. (Red)