Home / KEPOLISIAN

Jumat, 18 November 2022 - 19:08 WIB

Kontra Radikal dan Terorisme, Div Humas Polri dan Bid Humas Polda Metro Jaya Gelar Silaturahmi dengan Ponpes

SEKILASBANTEN.COM, TANGSEL  – Silaturahmi Kamtibmas Divisi Humas Polri dan Bid Humas Polda Metro Jaya dalam rangka kegiatan kontra radikal-terorisme, mengajak pondok Pesantren Madinatunnajah Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Jumat (18/11/2022) untuk turut berpartisipasi dalam menangkal segala bentuk intoleransi, radikalisme dan terorisme.

Hal itu diungkapkan Ustadz Nasir Abas sebagai Mitra Densus 88 AT Polri dalam ceramahnya dihadapan pengasuh dan santriwan Pondok Pesantren Madinatunnajah

Acara Silaturahmi tersebut dihadiri Ketua tim AKBP Erlan Munaji, S.ik, Msi dari Divhumas Polri, Ustadz Nasir Abas sebagai Mitra Densus 88 AT Polri, Kapolres Tangerang Selatan yang diwakili Wakapolres Tangerang Selatan Kompol Yudi Permadi,SS, S.ik dan Pimpinan pondok pesantren Madinatunnajah Kh. M. Agus Abdul Ghofur, Kompol Sukadi,SH, MH Kaur Penum Subbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya dan Santriwan Ponpes Madinatunnajah Kel.Jombang,Kec.Pamulang Kota Tangerang Selatan dengan mengangkat tema Terorisme adalah musuh kita bersama.

Baca Juga  Diawasi Ketat, 192 Tahanan Salurkan Hak Suara di Sat Tohti Polres Metro Tangerang Kota

Dalam Ceramahnya menurut Ustadz Nasir Abas Ada 4 Indikator moderasi beragama dan bernegara, antara lain :

Pertama, Komitmen Kebangsaan, bagaimana penerimaan prinsip prinsip berbangsa yang tertuang dalam konstitusi yaitu UU 1945 dengan segala regulasi dibawahnya.

Kedua, Toleransi yaitu menghormati perbedaan dan memberi ruang orang lain untuk berkeyakinan, mengekpresikan keyakinannya dan menyampaikan pendapat, menghargai kesetaraan dan sedia bekerjasama, kata ustadz Makmun

Ketiga, Anti Kekerasan yaitu Menolak tindakan seseorang atau kelompok tertentu yang menggunakan cara-cara kekerasan, baik secara fisik maupun verbal, dalam mengusung perubahan yang diinginkan.

Baca Juga  Polsek Curug Perkuat Keamanan Perbatasan dengan Patroli Strong Point

Keempat, Kearifan lokal, Ramah dalam penerimaan tradisi dan budaya lokal dan perilaku keagamaannya, sejauh tidak bertentangan dengan pokok ajaran agama terang ustadz Nasir Abas.

Lebih lanjut, Ustadz Nasir Abas mengajak pihak pondok pesantren agar dapat membantu pemerintah untuk mencegah berkembangnya faham radikalisme di Tangerang Selatan dan Banten pada umumnya.

“Apabila ada orang atau kelompok yang dalam perbuatannya berlindung dengan agamanya tetapi tidak mengimplementasikan sebagaimana 4 indikator tersebut, patut diduga telah berafiliasi dengan ajaran atau faham radikalisme,” pungkasnya. (Red)

Share :

Baca Juga

KEPOLISIAN

Tekankan Sinergi Warga dalam Jaga Keamanan Polsek Curug Rutin Sambangi Pos Kamling

KEPOLISIAN

Ratusan Warga Datangi Aula Polsek Curug Untuk Ikuti Vaksinasi Massal

KEPOLISIAN

Polsek Curug Gelar Operasi Cipkon, AKP Toto : Sasaran Kejahatan Jalanan dan Geng Motor

KEPOLISIAN

Jelang Pelaksanaan Vaksinasi Untuk Lansia Kapolsek Curug Lakukan Kunjungan ke Lurah Binong

KEPOLISIAN

Bhabinkamtibmas Polsek Curug Pastikan Arus Lalu Lintas Pagi Lancar

KEPOLISIAN

Kapolrestro Tangerang Kota Rayakan 418 Anggota Yang Berulang Tahun

KEPOLISIAN

Akhiri 38 Tahun Pengabdiannya, Brigjen Sri Suari : Tiada Nikmat yang Dapat Kudustakan, Puji Syukur Ya Allah

KEPOLISIAN

Rotasi Jabatan di Polres Metro Tangerang Kota, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Integritas