SEKILASBANTEN.COM, TANGERANG — Para ulama seperti Imam Al-Ghazali dan Ibnu Athaillah As-Sakandari sering menjelaskan tanda-tanda halus ini.
1. Mudah Mengingat Allah (Dzikir).
Hati terasa ringan untuk berdzikir, bahkan tanpa dipaksa. Nama Allah sering terlintas secara spontan.
Ketika hati sudah menemukan titik cahaya tersebut. Maka hati akan senantiasa selalu mengigat Allah , dalam keadaan duduk,berdiri,terbaring bahkan sekalipun sedang berjalan.
2. Tenang Saat Sendiri
Tidak gelisah saat sendiri, justru merasa nyaman dalam kesunyian karena hati dekat dengan Allah.
Jalan menuju Allah itu sepi namun membawa ketenangan , dalam ketenangan engkau mendapatkan kehadiran Allah disetiap hembusan nafasmu.
3. Berat Melakukan Maksiat
Dosa terasa menyakitkan. Bahkan maksiat kecil pun membuat hati gelisah dan menyesal.
4. Cinta kepada Kebaikan
Hati condong pada amal shalih: shalat, sedekah, membaca Al-Qur’an, dan majelis ilmu. Senantiasa menjadikan hari-harinya penuh dengan manfaat baginya dan orang-orang sekitar.
5. Tidak Tergantung Dunia
Dunia tetap dijalani, tapi hati tidak terikat.
Kehilangan dunia tidak membuat hancur. Baginya dunia hanyalah perantara untuk menuju alam akhirat.
6. Lembut dan Penuh Kasih
Mudah iba, tidak kasar, dan cepat memaafkan.
Hatinya dipenuhi rahmat, bukan kebencian. Tidak menyimpan dendam,iri,dan dengki.
7. Menerima Takdir dengan Lapang
Ketika diuji, tidak banyak protes. Ada rasa ridha dan percaya pada ketentuan Allah. Sebab setiap yang terjadi adalah pelajaran dan ujian bagi hambanya. Inilah yang membedakan ahli ilmu dengan ahli hikmah.
8. Introspeksi Diri (Muhasabah)
Lebih sibuk melihat kekurangan diri daripada menyalahkan orang lain. Terlalu sibuk dengan memperbaiki diri sendiri sehingga tidak punya waktu untuk mengkritik dosa orang lain.
9. Rindu kepada Allah dan Akhirat
Hati sering merindukan perjumpaan dengan Allah, dan kehidupan akhirat terasa lebih nyata daripada dunia.
Semoga Allah Merahmati Kita Sekalian.. (Red)























