Home / RELIGI

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:11 WIB

Mengapa Surat Al-Fatihah Diulang 17 Kali Dalam Sholat, Simak Penjabaranya

Foto: Ulama (ilustrasi)

Foto: Ulama (ilustrasi)

SEKILASBANTEN.COM, RELIGI — Dalam sehari semalam, tanpa kita sadari, ada tujuh belas kali lidah ini kembali ke pintu yang sama. Pintu itu bernama Al-Fātiḥah.

Bukan kebetulan ia diulang.
Bukan pula sekadar syarat sah.
Ia adalah perjalanan pulang
yang diulang agar kita tak tersesat terlalu jauh.

Tujuh belas kali sehari, kita diajari cara berdiri sebagai manusia.

Al-ḥamdu lillāhi rabbil ‘ālamīn.

Tujuh belas kali kita dilatih untuk tidak memulai hidup dengan keluhan.
Bukan karena hidup selalu baik, tetapi karena Tuhan tetap Rabb—Pengasuh—bahkan saat dunia terasa tidak ramah.
Al-Fātiḥah tidak mengajarkan syukur setelah bahagia, tetapi syukur sebelum segalanya masuk akal.

Ar-raḥmān ir-raḥīm.

Tujuh belas kali kita diingatkan:
Tuhan tidak mendekati manusia dengan ancaman terlebih dahulu, tetapi dengan kasih.

Rahmat yang mendahului murka.
Dalam dunia yang keras, ayat ini mengoreksi cara kita mencintai: tegas tanpa kehilangan welas asih.

Māliki yawmid-dīn.

Tujuh belas kali kita diingatkan bahwa hidup bukan hanya hari ini.
Bahwa kekuasaan, popularitas, dan kemenangan….semuanya sementara.
Ada hari ketika semua topeng runtuh, dan yang tersisa hanyalah siapa kita sebenarnya. Ayat ini menjaga manusia dari mabuk kuasa dan putus asa.

Baca Juga  Mustofa Debu: Makam Keramat Syekh Buyut Jenggot Harus Dijaga, Dirawat, dan Dilestarikan

Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn.

Inilah inti.
Tujuh belas kali sehari kita meluruskan relasi: menyembah tanpa memperalat Tuhan, dan meminta tolong tanpa merasa mandiri secara palsu.
Ini ayat yang mematahkan kesombongan spiritual sekaligus menyembuhkan kelelahan jiwa.

Ihdinaṣ-ṣirāṭal mustaqīm.

Tujuh belas kali kita mengakui sesuatu yang jarang diucapkan dengan jujur:
bahwa kita bisa salah arah.

Bahwa kecerdasan, pengalaman, dan niat baik belum tentu cukup.
Hidayah bukan hadiah sekali jadi, tetapi kebutuhan harian, seperti napas. Petunjuk yang kita minta sebanyak 17 kali ini adalah nafas kehidupan kita

Ṣirāṭallażīna an‘amta ‘alaihim.

Tujuh belas kali kita diminta untuk bercermin pada mereka yang hidupnya diberkahi, bukan yang sekadar viral.
Bukan yang paling lantang, tetapi yang paling lurus. Ini ayat yang mendidik kita memilih teladan, bukan sekadar tokoh.

Baca Juga  Masjid Madinahtul Umidiah Bojong Renged Dibangun, Tomas dan Pewakaf Letakan Batu Pertama

Ghairil maghḍūbi ‘alaihim walāḍ-ḍāllīn.

Tujuh belas kali kita diingatkan bahwa kebenaran bisa rusak oleh dua hal:
kesombongan yang tahu tapi menolak,
dan ketulusan yang tersesat tanpa ilmu.
Ayat ini menjaga iman dari keras kepala dan juga kebodohan yang sesat

Al-Fātiḥah dibaca tujuh belas kali karena manusia mudah lupa, Yakni;
Lupa bersyukur, Lupa arah, Lupa batas,
Lupa bahwa hidup ini bukan sekadar tentang berhasil, tetapi tentang benar, dalam pelukan kasih-Nya.

Dan karena itu pula shalat sehari- semalam tidak diberi satu Al-Fātiḥah saja. Ia diberi tujuh belas, agar ketika satu bacaan dibaca tanpa hati, masih ada enam belas kesempatan untuk kembali.

Mengulang-ulang bacaan al-Fatihah sampai 17 kali itu seperti mengulang kalimat cinta berkali-kali untukNya. (Red)

Share :

Baca Juga

RELIGI

Malam Jum’at yang Penuh Berkah: Mari Perbanyak Amal Shalih dan Berdoa

RELIGI

Warga CRK Sukabakti Gelar Pawai Meriah Menyambut Bulan Suci Ramadan

RELIGI

Majelis Dzikir Ratib Alatas dan Maulid Adiba Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Dzikir Akbar Ratib Alatas serta Haul Para Karuhun

RELIGI

Do’a yang Bisa Muslim Baca dan Hafalkan di Hari Senin yang Istimewa

PEMERINTAHAN

Pelaksanaan MTQ Berlangsung Dengan Prokes Ketat

POLITIK

Hadiri Isra Mi’raj, Eva Elisa Wibisono: Teladani Sifat Kepemimpinan Rasulullah

RELIGI

Safari Ramadhan di Berbagai Lokasi, ILUSI Mercu Buana Bagikan Santunan

RELIGI

Keberkahan Menyantuni Anak Yatim, Eko: Allah Janjikan Ketentraman dan Kebahagiaan dalam Hidupnya