SEKILASBANTEN.COM, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, media, lembaga sosial, serta masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, saat menghadiri sekaligus membuka Festival Kali Sabi 2026 yang turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, di kawasan Kali Sabi, Kecamatan Cibodas, Minggu (12/07/2026).
Dalam sambutannya, Sachrudin, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Festival Kali Sabi sebagai momentum memperkuat budaya hidup bersih dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Saya mengajak seluruh masyarakat menjadikan Festival Kali Sabi sebagai momentum untuk memperkuat budaya hidup bersih dan peduli lingkungan. Mari kita mulai dari langkah-langkah sederhana, seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta tidak membuang sampah ke sungai dan saluran air,” ujar Sachrudin.
Menurutnya, menjaga kelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Namun, dibutuhkan kepedulian dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat agar berbagai upaya pelestarian lingkungan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Sachrudin, juga menyampaikan apresiasi kepada Banksasuci Foundation sebagai inisiator Festival Kali Sabi yang dinilai berhasil memadukan gerakan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM.
“Terima kasih kepada Banksasuci Foundation yang terus menjadi penggerak kebaikan dan inspirasi bagi masyarakat. Kehadiran para pelaku UMKM dalam festival ini juga menjadi ruang promosi sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Inilah bentuk kolaborasi yang perlu terus kita perkuat,” tuturnya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, menegaskan, keberhasilan menjaga lingkungan sangat bergantung pada tumbuhnya kesadaran masyarakat. Menurutnya, seluruh program pemerintah akan memberikan dampak yang lebih besar apabila diiringi perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
“Yang paling utama pada akhirnya adalah kesadaran masyarakat. Agustus nanti kami mengajak seluruh masyarakat mengikuti Tobat Nasional Ekologis. Selama ini kita telah melakukan kesalahan secara kolektif terhadap lingkungan yang menjadi sumber kehidupan. Mari kita hentikan kebiasaan yang merusak lingkungan dan mulai memperbaikinya bersama,” ujar Jumhur.
Mengusung tema “Bersih Kalinya, Sehat Warganya”, Festival Kali Sabi 2026 menghadirkan berbagai kegiatan pelestarian lingkungan, di antaranya aksi bersih-bersih sungai, penanaman pohon, penebaran ribuan bibit ikan lele, senam sehat bersama, serta bazar UMKM.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi simbol sinergi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat budaya peduli lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga. (Red)

























