Home / BANTEN

Kamis, 11 Juli 2024 - 00:42 WIB

Virgojanti Ajak Masyarakat Menjaga Warisan Alam di Kawasan Geopark Bayah Dome

SEKILASBANTEN.COM, LEBAK – Pelaksana Harian (Plh) Sekda Provinsi Banten Virgojanti mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga warisan kekayaan alam di Kawasan Geopark Bayah Dome.

Kawasan yang diusulkan menjadi geopark nasional itu, banyak terdapat batuan hasil dari proses geologi yang terjadi sejak jutaan tahun silam.

Hal itu diungkapkan Virgojanti saat meninjau Pantai Karangmeja, Desa Cihara, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak yang masuk dalam Kawasan Geopark Bayah Dome, Rabu (10/7/2024).

Dikatakan, masyarakat yang berkunjung di pantai Kawasan Geopark Bayah Dome ini harus diberikan pemahaman berkenaan dengan batuan yang berada di sepanjang pantai kawasan Bayah Dome ini mempunyai nilai sejarah yang sangat tinggi.

“Misalnya di Pantai Karangmeja ini. Disebut Karangmeja karena ada di pantai ini ada bongkahan batuan piroklastik menyerupai meja yang dihantam ombak,” katanya.

Selain itu, para pengelola pantai juga harus memberikan edukasi dan pemahaman kepada para wisatawan yang datang berkenaan dengan benda-benda bersejarah yang ada dan harus dijaga.

Baca Juga  Warga Kadu Jaya Jaga Keamanan Lingkungan, Bhabinkamtibmas Sambang Pos Kamling

“Kita harapkan para pengelola pantai di Kawasan Bayah Dome ini mereka harus paham dan tahu juga sejarah dari terbentuknya batuan yang ada,” ucapnya.

Bongkahan batuan ini, lanjut Virgojanti, tidak hanya ada pantai Karangmeja, tetapi juga tersebar di hampir seluruh pantai di kawasan Geopark Bayah Dome ini.

“Inilah salah satu tujuan pemerintah menggagas kawasan ini menjadi geopark nasional. Karena dengan begitu, selain nanti kawasan ini semakin terjaga, dijadikan sebagai pusat penelitian, juga bisa dijadikan sebagai destinasi wisata,” ujarnya.

Sementara Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten Deri Dariawan menambahkan, batuan penyusun di lokasi Pantai Karangmeja ini merupakan batuan piroklastik aliran dengan sortasi, fragmen berupa batu apung berwarna putih, dan ditemukan juga fragmen arang kayu.

Baca Juga  Polsek Curug Lakukan KRYD untuk Meningkatkan Keamanan di Perbatasan Wilayah

“Endapan vulkanik ini termasuk dalam Tuf Malingping yang terbentuk setelah Kubah Bayah terangkat pada Pliosen awal-tengah atau sekitar 5-3,5 juta tahun lalu,” katanya.

Adanya fragmen kayu yang terangkat itu, lanjutnya, menunjukkan jejak bahwa saat terjadinya endapan tuf Malingping di lokasi tersebut dan terjadi aliran awan panas yang membakar vegetasi yang dilaluinya.

“Sehingga terbentuklah fragmen kayu terarangkan tersebut,” jelasnya.

Di atas batuan dasar itu, tambahnya, terdapat terumbu karang yang berumur muda dengan ketebalan sampai 1 meter yang menumpuk dengan bentuk tidak selaras dengan endapan aliran piroklastik.

“Hal ini menunjukkan bahwa permukaan laut di sini, dulu pernah naik lebih tinggi dari keadaan yang sekarang,” jelasnya. (ris/rilis)

Share :

Baca Juga

BANTEN

Jelang Kegiatan Edukasi dan Antisipasi Guantibmas, Polrestro Tangerang Kota Gelar Apel Pasukan Gabungan Skala Besar

BANTEN

Pemprov Banten Distribusikan Sisa DBH Pajak 2020 Secara Bertahap

BANTEN

Pj Gubernur Banten Tekankan PT Jamkrida Aktif Tingkatkan Kapasitas UMKM
Mahasiswa KPN – Universitas Mercu Buana Lakukan Kegiatan KPN Untuk Menggali Kompetensi dan Pola Pikir Anak-Anak SD dan SMP di Panti Asuhan Pintu Elok

BANTEN

Mahasiswa Universitas Mercu Buana Laksanakan Kuliah Peduli Negeri di Panti Asuhan Pintu Elok

Kota Serang

Didampingi LKBH PWI Banten Iman Fuadi Akan Laporkan PT. Arthaasia Finance ke Polda Banten

BANTEN

Negara Hadir Jaga Pangan, 4.634 Ton Beras SPHP Disalurkan Satgas ke Papua Raya

BANTEN

SMSI Kota Tangerang Resmi Luncurkan Media Center, Pertama di Tingkat Daerah Nasional

Kabupaten Serang

Korban Penembakan Percobaan Curas di Jenguk Kapolres Serang