Home / Kota Tangerang

Senin, 31 Oktober 2022 - 20:09 WIB

Tolak Relokasi Makam, Ratusan Massa Gelar Aksi Didepan Puspem Hingga Nginap

SEKILASBANTEN.COM, KOTA TANGERANG — Ratusan masa membawa ribuan bendera kuning, keranda jenazah, hingga pocong untuk melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang Kantor Wali Kota Tangerang, Senin (31/10/2022).

Massa menuntut Wali Kota Tangerang bertindak agar makam Keramat Buyut Jenggot yang berlokasi di Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas tidak direlokasi/digusur pengembang.

Selain membawa keranda, puluhan pocong serta ratusan bendera kuning yang ditancapkan di sekeliling Pusat Pemerintahan atau pintu gerbang Kantor Wali Kota Tangerang, massa juga memasang tenda untuk menginap.

Direncanakan aksi mereka akan berlangsung hingga sepekan mendatang. Diketahui massa yang terdiri dari ibu-ibu mengenakan baju hitam juga membawa spanduk bertuliskan kalimat “Selamatkan Makam Keramat Buyut Jenggot”. “Tolak Relokasi”.

Tim 9 Makam Keramat Buyut Jenggot satu persatu melakukan orasi diiringi sholawat. Meski begitu suasana aksi tetap kondusif dalam pengawalan aparat keamanan.

Koordinator aksi Marsel menyatakan aksi hari ini akan digelar sampai menginap di depan Kantor Wali Kota Tangerang dan akan berlanjut sampai sepekan mendatang sebelum tuntutanya dikabulkan.

Baca Juga  Luar Biasa!!! 28 KWT di Kota Tangerang Panen Raya

“Karena kita juga mendapatkan informasi bahwa pengembang akan merelokasi menggusur makam Keramat Buyut Jenggot dalam waktu dekat ini,” ujar Marsel disela aksi.

“Maka kami minta Pemerintah Kota Tangerang hadir bersama masyarakat, agar makam Keramat Buyut Jenggot tidak direlokasi pengembang,” kata dia lagi.

Disisi lain, pihaknya menuding Pemkot Tangerang tidak berpihak kepada masyarakat. Padahal, kata dia, makam Keramat Buyut Jenggot sudah menjadi kearifan lokal dan wisata ziarah bagi masyarakat sekitar.

“Bahkan banyak jamaah dari luar Kota Tangerang yang melakukan ziarah ke makam itu. Karena makam Keramat Buyut Jenggot itu sudah ada ratusan tahun yang lalu,” ujarnya.

Kata Marsel, tidak relevan alasan kenapa makam Keramat Buyut Jenggot tidak direkomendasikan sebagai Cagar Budaya, hanya karena umurnya kurang dari 50 tahun.

Baca Juga  Arief : Mahasiswa dan Pelajar Jangan Mudah Terprovokasi

“Silakan tanya sama masyarakat disana, kalau makam Keramat Buyut Jenggot itu umurnya kurang dari 50 tahun,” cetus dia.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Mugiya Wardhini menegaskan, pihaknya (Pemkot Tangerang) sudah bekerja maksimal dalam rangka penetapan Cagar Budaya makam Keramat Buyut Jenggot tersebut.

Namun, kata dia, Pemkot Tangerang tidak punya kewenangan untuk menetapkan makam Keramat Buyut Jenggot sebagai Cagar Budaya, melainkan kewenangan Direktorat Jenderal Kebudayaan (Pemerintah Pusat).

“Jadi, tidak benar kami (pemerintah Kota Tangerang) tidak bersama masyarakat. Kita sudah bekerja sudah berupaya untuk menetapkan makam sebagai Cagar Budaya,” kata Mugiya saat menemui Tim 9 Makam Keramat Buyut Jenggot.

(Acong)

Share :

Baca Juga

Kota Tangerang

Menteri Johnny: Orkestrasi Komunikasi Publik Dukung Penanganan Pandemi

Kota Tangerang

Peringati HUT, Wali Kota Minta Anggota Satpol PP dam Satlinmas Semakin Profesional

Kota Tangerang

Hari Ini, Kepala Daerah se-Banten Terima Vaksin Covid-19

Kota Tangerang

Animo Tinggi Mudik Pakai Pesawat, Polres Bandara Soetta Siapkan 4 Posko Pelayanan

Kota Tangerang

Milad ke 3 Independen Nusantara, FSTP dan Saung Pajajar 5 Santuni 360 Anak Yatim Piatu

Kota Tangerang

Menyongsong Era Digital Informasi Penerbangan, AirNav Indonesia Inisiasi Workshop Bersama CGX Aero Perancis

Kota Tangerang

Tuntut Rektor Mundur, Elemen Alumni STISIP Yuppentek Gelar Aksi Damai

Kota Tangerang

Soal Bansos, PSM Kelurahan Sumur Pancing Mengklarifikasi dan Meminta Maaf
error: Content is protected !!