Home / Kota Tangerang

Jumat, 26 Juli 2024 - 13:31 WIB

5000 Pelajar Terlibat Deklarasi Anti Narkoba dan Tawuran di Tangerang

Foto: Pj Wali Kota Tangerang, DR. Nurdin Saat Menyampaikan Sambutan Dihadapan Ribuan Pelajar di Kota Tangerang.

Foto: Pj Wali Kota Tangerang, DR. Nurdin Saat Menyampaikan Sambutan Dihadapan Ribuan Pelajar di Kota Tangerang.

SEKILASBANTEN.COM, TANGERANG – Dalam upaya menekan angka penyalahgunaan narkoba yang mencapai 1.73% penduduk, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, secara tegas menyatakan komitmennya untuk memberantas peredaran dan penggunaan narkoba di wilayah, termasuk di lingkungan pelajar.

Salah satunya dengan digelarnya deklarasi Anti Narkoba dan Anti Tawuran bersama siswa-siswi SMP, SMA dan SMK se-Kota Tangerang, yang berlangsung di Taman Elektrik Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Jum’at (26/7).

Dalam kesempatannya, Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, menyampaikan, narkoba merupakan musuh bersama yang harus dilawan.

“Narkoba merusak masa depan generasi muda. Maka dari itu, kita tidak akan memberikan ruang bagi zat berbahaya ini,” ujar Pj Wali Kota.

Oleh karena itu, kata Pj, Pemkot mengambil langkah tegas dengan melibatkan para pelajar sebagai agen perubahan. “Melalui deklarasi kita melibatkan 5000 pelajar untuk menjadi garda depan dalam perang melawan narkoba serta menarasikan tolak narkoba dan tawuran,” ujar Pj Wali Kota.

Baca Juga  Untuk Kenyamanan Masyarakat, Pemkot Tangerang Tingkatkan Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Jembatan

Dalam kesemparan tersebut Dr. Nurdin juga menyampaikan beberapa program untuk meminimalisir penyalahgunaan Narkoba di kota Tangerang antara lain pembentukan Kampung Bersinar (Bersih dari Narkoba) di 13 kecamatan kota Tangerang.

Fotobersama Usai Deklarasi Anti Narkoba dan Tawuran.

“Pemkot Tangerang telah mengeluarkan peraturan daerah nomor 1 tahun 2023 tentang fasilitasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dan prekursor narkotika. Selain itu, melalui satuan narkoba Polres, Metro Tangerang kota juga turut melakukan pembinaan tentang bahaya narkoba,” terangnya.

“BNN kota Tangerang bersama pemkot Tangerang telah dibentuk kampung bersih dari narkoba atau kampung bersinar di setiap wilayah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Pj Wali Kota menyampaikan bahwa pelajar adalah aset bangsa yang harus dijaga. Dengan memberikan pemahaman yang benar tentang bahaya narkoba, diharapkan para pelajar ini dapat menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga  Evaluasi Bulanan Kewilayahan, Pj : Fokus pada Persiapan Pemilu dan Penanganan Banjir

“Harapan kita dengan adanya kolaborasi, kegiatan ini akan tumbuh kader-kader di lingkungan pelajar untuk menjadi contoh baik bagi temen-teman yang lain, sehingga Kota Tangerang bisa terwujud menjadi kota yang bebas narkoba,” tukas Dr. Nurdin.

Sementara itu, Kepala BNN RI, Marthinus Hukon, menyampaikan, angka prevenlensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia yang mencapai 1.73% atau sekitar 3,3 juta jiwa menjadi perhatian serius bagi semua.

“Melihat tingginya angka tersebut, terutama di kalangan remaja. Hal ini menjadi perhatian kita semua dalam mencegah aksi tersebut. Untuk itu, dengan melibatkan pelajar secara aktif, kita dapat menciptakan lingkungan yang kondusif dan bebas dari narkoba,” pungkasnya. (Red)

Share :

Baca Juga

Kota Tangerang

Hujan Deras, Kantor Damkar Ciledug Terendam

Kota Tangerang

Pemkot Tangerang Raih Juara 1 Tingkat Nasional Penerapan SPM Awards 2025

Kota Tangerang

Jabatan RT/RW Baru Dirubah, Wakil Wali Kota Tangerang Instruksikan Aparatur Wilayah Percepat Sosialisasi Perwal

Kota Tangerang

Sidang Perkara PMH No. 368/Pdt.G/2026/PN.Tng Dilanjutkan, Kuasa Hukum Soroti Ketidakhadiran Tergugat

Kota Tangerang

WCD di Kedaung Baru, Maryono Ajak Warga Terus Guyub Rawat Lingkungan

Kota Tangerang

Bangun Herd Imunity, PCNU Kota Tangerang Gandeng Polres Metro Lakukan Vaksinasi

Kota Tangerang

Pemkot Tangerang Buka 5.186 Formasi PPPK Tahun 2024

Kota Tangerang

Wakil Wali Kota Tangerang, Apresiasi Peran Ibu Sebagai Support System Keluarga