CIPONDOH, SEKILASBANTEN.COM – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Bunda PAUD Kota Tangerang, Rini Rizqiyya Maryono, melakukan monitoring ke SDN Gondrong 3 dan SDN Gondrong 7, Kecamatan Cipondoh. Rabu, 15 Juli 2026.
Kunjungan istri Wakil Wali Kota Tangerang tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan MPLS berjalan dengan baik, ramah anak, serta menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi peserta didik baru yang sedang menjalani masa transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke jenjang Sekolah Dasar (SD).
Dalam kegiatannya, Rini berinteraksi langsung dengan para siswa, guru, dan tenaga pendidik. Ia juga meninjau berbagai kegiatan MPLS yang dirancang untuk membantu anak mengenal lingkungan sekolah, teman baru, hingga membangun rasa percaya diri sejak hari pertama bersekolah.
Rini mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, pelaksanaan MPLS di kedua sekolah tersebut berlangsung dengan baik. Para guru dinilainya mampu menciptakan suasana belajar yang hangat dan menyenangkan bagi siswa baru.
“Alhamdulillah, sangat menyenangkan, anak-anak luar biasa antusias. Dewan gurunya juga sangat luar biasa dan begitu mengenal murid-muridnya. Materi MPLS diisi dengan kegiatan yang menyenangkan seperti bernyanyi, saling berkenalan, bermain, mewarnai, hingga memberikan edukasi tentang perlindungan anak,” ujarnya kepada Banten Ekspres di lokasi.
Menurutnya, MPLS tidak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum membangun kolaborasi antara sekolah dan keluarga.
“Saya berharap MPLS ini menjadi ajang kolaborasi antara guru dengan murid, guru dengan orang tua, dan orang tua dengan anak. Sinergi ini sangat penting agar anak merasa nyaman dan siap mengikuti proses belajar di sekolah,” katanya.
Rini juga mengapresiasi Program Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS) yang saat ini diterapkan di Kota Tangerang. Menurutnya, kehadiran ayah saat mengantar anak ke sekolah memberikan dampak positif terhadap tumbuh kembang dan kepercayaan diri anak.
“Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah merupakan kegiatan yang sangat positif. Anak merasa bangga diantar langsung oleh ayahnya, meski di tengah kesibukan bekerja. Saya berharap gerakan seperti ini terus dilaksanakan, bahkan bisa dikembangkan dengan kegiatan lain seperti Gerakan Ayah Mengambil Rapor atau aktivitas sekolah lainnya yang melibatkan peran ayah,” ungkapnya.
Ia menegaskan, konsep MPLS harus tetap mengedepankan prinsip ramah anak, sehingga peserta didik baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah tanpa tekanan.
“Yang paling penting, MPLS harus menyenangkan. Anak-anak diajak bersosialisasi dengan guru, teman-teman, dan lingkungan sekolah melalui berbagai aktivitas yang sesuai dengan usia mereka. Dengan begitu, proses transisi dari PAUD ke SD akan berjalan lebih mudah,” tuturnya.
Di akhir kunjungannya, Rini mengajak para orang tua untuk terus mendampingi anak selama menjalani pendidikan serta aktif mendukung berbagai program sekolah.
“Mari kita dampingi anak-anak kita untuk meraih cita-citanya. Luangkan waktu untuk berdialog, mengantar anak ke sekolah, dan selalu mendukung program-program yang dilaksanakan sekolah demi tumbuh kembang anak yang optimal,” pungkasnya. (Gn/Din)

























