Home / Kota Tangerang

Kamis, 22 Juni 2023 - 16:30 WIB

Ini Penjelasan Dinkes Soal Sidak DPRD Kota Tangerang ke Pabrik Bakso Diduga Gunakan Daging Babi

KOTA TANGERANG, SEKILASBANTEN.COM, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang, melakukan inspeksi mendadak atau sidak di CV. Java Prima Indo. Perusahaan ini bergerak di bidang produksi bakso di wilayah Kelurahan Pondok Bahar, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang.

Dalam sidak yang dilakukan pada Selasa (22/6/2023) itu, Komisi 1 DPRD Kota Tangerang menemukan beberapa pelanggaran, prihal ijin bangunan dan tempat produksi yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Ketua Komisi 1 DPRD Kota Tangerang, Junadi mengatakan, awalnya sidak tersebut adanya laporan tentang penggunaan daging Babi dalam produksi baksonya.

“Awalnya ada laporan penggunaan daging babi pada produksi bakso tersebut. Namun, penanggung jawab pabrik tersebut menyatakan tidak ada dan siap pasang badan, tapi banyak ditemukan tidak sesuai prosesur,” ujar Junaidi usai melakukan sidak.

Terkait pelanggaran dimaksud, kata dia, ijin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) belum ada dan hanya dapat menunjukan NIB saja.

Baca Juga  Tak Cukup Capai Target, Komisi I DPRD Dorong Diskominfo Utamakan Manfaat Nyata

“Ijin PBG belum ada, ijin opreasionalnya juga tidak ada, bosnya berada di luar kota. Dia tidak bisa menunjukan PBG tapi hanya NIB saja, maka kita berikan waktu tiga hari untuk menunjukan” jelasnya.

Selain itu juga, lebel kadarluasnya juga tidak sesuai dengan ketentuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Tadi juga lebel masa berlakunya juga tidak sesuai dengan peraturan BPOM dan butuh perbaikan tidak boleh seperti itu, agar masyarakat juga tahu masa kadarluarsanya,” ungkapnya.

Lebih dalam ia mengatakan, jika memang pemilik tidak dapat menunjukan dokumen PBG tersebut, maka dengan terpaksa harus ditutup atau segel.

“Kita masih mempertimbangkan, karena pekerjanya banyak orang sekitar, tapi jika tidak dapat menunjukan terpaksa kami perintahkan Satpol PP untuk menutup,” tegasnya.

Sementara itu, Sub Koordinator Santrian di Kesling dan Pengamanan Pangan pada Dinkes Kota Tangerang, Eko Handoyo mengatakan, bahwa pada kemasan tersebut tanggal produksi dan expayetnya tidak sesuai dengan posisinya.

Baca Juga  Pimpinan Dewan Kritisi Pembukaan Seleksi Pegawai Nakes dan Natek di Dinas Kesehatan Kota Tangerang

“Tadi kita temukan pada kemasannya tanggal produksi dan masa expayetnya tidak sesuai pada tempatnya,” jelas Eko.

Ia menambahkan, untuk ijin edarnya sudah benar dan berlaku hingga tahun 2025 dan terdaftar di BPOM.

“Ijin edarnya sudah benar dan terdaftar di BPOM hingga tahun 2025,” katanya.

Di lokasi yang sama, penanggung jawab pabrik Apsal mengaku siap pasang badan jika terbukti bakso tersebut menggunakan daging babi.

“Tidak ada daging babi, saya siap pasang badan jika memang ada daging babinya,” pungkas Apsal.

Sekedar diketahui, pada sidak itu, petugas Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengambil beberapa sepel bahan mentah dan yang sudah jadi dari pabrik tersebut untuk dilakukan pengecekan. (Red//Put)

Share :

Baca Juga

Kota Tangerang

Lontarkan Kata Tak Pantas, Ketua KNPI Kota Tangerang Minta Andra Soni segera Nonjobkan Plt Kepala Dinas Pendidikan Banten

Kota Tangerang

Peningkatan Layanan, Bandara Soekarno-Hatta Terapkan Penataan Jalur Kendaraan di Terminal 2 Mulai

Kota Tangerang

12 Pelajar Lolos Seleksi SMA Taruna Nusantara, Maryono : Kebanggaan Tangerang

Kota Tangerang

Wujudkan Hunian Layak untuk Warga, Pemkot Soft Launching Rusun Cipta Griya

Berita Tangerang

Gelar Muscam Perdana di Cibodas, Partai Golkar Targetkan Tambah Kursi dan Kebermanfaatan bagi Masyarakat

Kota Tangerang

100 Hari Awal Sachrudin Maryono, Pengamat: On The Track dan Fokus Kerja

Kota Tangerang

Idul Adha 1444 Hijriyah, Pokja WHTR Salurkan 120 Bungkus Daging Kurban

Kota Tangerang

Pemkot Tangerang Lakukan Kunjungan Balasan ke Pemerintah Kabupaten Pandeglang