SEKILASBANTEN.COM, KABUPATEN TANGERANG — Keberadaan loader tua yang masih digunakan untuk menunjang operasional pengangkutan sampah di Pasar Curug, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan tajam Media Center Curug (MCC).
Kondisi alat yang secara kasat mata terlihat sudah tua dan tidak lagi prima menimbulkan pertanyaan besar: mengapa alat tersebut masih dipertahankan untuk beroperasi di tengah tuntutan pelayanan kebersihan yang optimal ?
Aktivitas pengangkutan sampah di Pasar Curug disebut ikut terganggu akibat kondisi loader yang dinilai sudah tidak maksimal. Persoalan ini tidak sekadar menyangkut usia alat, tetapi juga menyangkut efektivitas pelayanan publik, keselamatan kerja, serta tanggung jawab pengelolaan sarana dan prasarana kebersihan.
MCC mempertanyakan sejauh mana pengawasan dan evaluasi dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang maupun jajaran Perumda yang berkaitan dengan pengelolaan Pasar Curug.
Jika kondisi loader memang sudah tidak layak secara teknis, mengapa masih dioperasikan? Dan jika dinyatakan masih layak, apakah sudah dilakukan pemeriksaan serta perawatan secara berkala?
Pertanyaan tersebut dinilai penting untuk dijawab secara terbuka agar tidak muncul dugaan adanya pembiaran terhadap kondisi sarana operasional yang sudah tidak optimal.
“Jangan sampai karena alasan keterbatasan sarana, alat yang kondisinya sudah tua terus dipaksakan beroperasi. Yang dipertaruhkan bukan hanya kelancaran pengangkutan sampah, tetapi juga keselamatan pekerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Media Center Curug.
Sementara itu, Tudi Mahari Widyanto, yang akrab disapa Bosdom, selaku Ketua Kearifan Lokal Pasar Curug, meminta pihak terkait tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut.
Menurutnya, persoalan loader sudah semestinya menjadi perhatian serius karena menyangkut aktivitas kebersihan di pasar yang setiap hari digunakan masyarakat.
“Kalau memang sudah tua dan kondisinya sering bermasalah, harus ada evaluasi. Jangan sampai terus dipaksakan beroperasi sampai akhirnya terjadi kerusakan yang lebih parah atau bahkan menimbulkan persoalan lain,” ujar Bosdom.
Ia juga mempertanyakan sampai kapan kondisi tersebut akan dibiarkan.
“Pasar Curug membutuhkan pelayanan kebersihan yang maksimal. Kami meminta DLHK dan Perumda turun langsung mengecek kondisi loader tersebut. Kalau memang sudah tidak layak, jangan hanya dipertahankan, tetapi harus ada solusi yang jelas,” tegasnya.
MCC meminta DLHK Kabupaten Tangerang dan jajaran Perumda membuka informasi mengenai status loader tersebut, termasuk hasil pemeriksaan kelayakan, riwayat perawatan, serta langkah yang akan dilakukan terhadap alat tersebut.
Media Center Curug menilai transparansi penting agar persoalan sarana pengangkutan sampah di Pasar Curug tidak terus berulang tanpa penyelesaian.
Hingga berita ini diterbitkan, klarifikasi resmi dari DLHK Kabupaten Tangerang maupun pihak Perumda terkait kondisi dan status kelayakan loader tersebut masih dinantikan.
(Qr/Red)


























