Home / BANTEN

Selasa, 22 Februari 2022 - 11:47 WIB

Agar Tak Salah Tafsir,  Habib Umar Alhamid dan Warga Banten Tanggapi Pernyataan KSAD Dudung Abdurachman

SEKILASBANTEN.COM, BANTEN — Ada dugaan jika ketegangan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan rakyat, terutama umat Islam terjadi karena adanya upaya adu domba dari orang-orang yang tidak suka akan kedekatan TNI dengan Rakyat.

Hal itu bisa dilihat dari begitu banyaknya kejadian belakangan ini yang melibatkan TNI dengan rakyat.

“Saya melihatnya kejadian tersebut bukanlah kejadian biasa. Karena kejadiannya seperti terstruktur dan masif,’ jelas Panglima Generasi Cinta Negeri (Gentari) Habib Umar Alhamid di kediamanya beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya, seperti masalah penurunan baliho yang terjadi di Jakarta. Kenapa harus TNI yang menurunkan, bukannya ada Satpol PP.

“Mungkin saja pada saat itu tidak ada yang berani menurunkannya, maka di instruksikanlah TNI yang di nilai dekat dan di cintai oleh rakyat,” tegasnya.

Belakangan muncul soal isu tentang pernyataan KASAD “Tuhan BUKAN orang Arab” yang secara eksplisit maupun implisit siapapun akan mudah mencerna bahwa tidak ada yg salah dengan pernyataan tersebut.

“Mayoritas masyarakat faham bahwa kalimat utuhnya tidak ada hal yang salah dengan ‘makna dan maksud’ dari kalimat tersebut,” katanya.

Baca Juga  Personil Polsek Curug Bagi-bagi Masker Dalam Rangka PPKM Darurat

Namun selalu saja ada pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan berbagai upaya untuk kepentingan kelompoknya sendiri.
Semisal mencari panggung, mencari simpati atau mungkin sengaja mendeskreditkan tokoh-tokoh nasional yang ada.

“Oleh karena itu, saya menyarankan sudahilah upaya-upaya seperti itu. Kita itu negara besar, banyak hal yang lebih produktif yg bisa kta lakukan bersama, utamakan tabayyun, kedepankan persatuan dan kesatuan.

Lebih jauh Habib yang dikenal vokal ini mengatakan, semua harus waspada dengan adu domba yang terjadi belakangan ini.

Karena sudah mengkhawatirkan hingga sampai TNI di adu dengan pemiliknya sendiri yakni rakyat.

“Saya minta kepada semua pihak untuk mewaspadai bahaya laten ‘adu domba’ ini.” Tukasnya.

“Karena bahaya adu domba ini lebih besar dari bahaya Covid-19, dampaknya bangsa ini bisa terpecah,” tegas Habib yang dekat dengan beberapa tokoh nasional ini.

Untuk itu, Ia meminta agar sekarang ini untuk menghentikan semua saling curiga, ketidak percaya satu sama lainnya melalui dialog dan silaturahmi.

Baca Juga  Ganjil Genap Tangerang Raya, Arief : Pemkot Masih Menunggu Dasar Hukum dari Pemerintah Pusat

“Karena saya yakin kalau TNI dan rakyat itu satu. Seperti semboyannya TNI selama ini, yakni dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat.”
“Dan, kita semua tau kalau TNI bukan milikmu, tapi milik kita, rakyat Indonesia,” katanya.

Senada dengan Habib Umar Alhamid, Ketua Akur Sedulu Cilegon Banten (ASC), mengatakan “saya dan saudara-saudara kami di Banten yakin, yang dimaksud Bapak Dudung pasti bukan menyamakan Tuhan dengan manusia. Untuk itu, saya mengajak agar kita proporsional dan adil dalam menilai pernyataan Bapak Dudung tersebut” ujar Edi.

Edi Juga mengatakan “kita wajib menyayangi dan mencintai TNI dan Polri dengan apa adanya. Karen TNI Polri adalah milik kita bersama, untuk menjaga keharmonisan dalam bingkai NKRI mari kita kembangkan untuk berprasangka baik kepada para pemimpin kita” tandas Edi mantan aktifis Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Barat ini. (Red/Rls)

Share :

Baca Juga

BANTEN

Ketum SMSI Hadiri Undangan Bally Saputra Presdir Riyadh Group

BANTEN

Kegiatan Safari Ramadan 1446 H, Wagub Banten Sampaikan Pemprov Banten Terus Tingkatkan Kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten/ Kota

BANTEN

Kapolres Metro Jakut Kawal Bazar Sembako Murah di Papanggo

Kabupaten Serang

Angga Boler Nahkodai Carateker Karang Taruna Kecamatan Kragilan

BANTEN

Satresnarkoba Tangkap Dua Pengedar Sabu, Amankan Barang Bukti 70 Gram

Cilegon

Danlanal Letkol Budi Iryanto Berkunjung ke Journalist Boarding School

Pandeglang

Resmikan Pembangunan Masjid, Bupati Irna Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid

BANTEN

Orang Tua Murid Turun Mengajar di Teacher’s Day 2025, AKBP Supriadi Isi Materi Stop Bullying