Home / NASIONAL

Rabu, 24 Maret 2021 - 19:43 WIB

Ari Janda Tua, Bingung Cari Tempat Tinggal Di Tangsel, Paska Di Segel

SEKILASBANTEN.COM, TANGERANG SELATAN –Janda tua bernama Arti (56), kini bingung mencari tempat tinggal paska pembangunan rumahnya disegel Satpol PP Kota Tangsel, Arti masih tinggal di rumah lama di Jalan Palapa, Kampung Parung Benying, RT03 RW18, Serua, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).

Pembangun sebuah rumah kecil di lokasi bertempat di Kampung Maruga, Ciater Ciputat lokasinya dekat dengan Kantor Pemerintahan Wali Kota Airin Rachmi Diany. Pembangunan yang hendak ditinggali Arti dan cucunya dihentikan paksa oleh Satpol PP.

“Pembangunan rumah kecil tersebut merupakan bantuan salah satu keluarganya untuk tinggal meneduh. pembangunan yang di segel sudah rampung 60 persen dengan alasannya proyek rumah mungil tersebut belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB),” ujar Arti kepada wartawan, Rabu (24/03/2021).

Sementara, ditempatinya saat ini menumpah di lahan sekolah, dari pihak sekolah Arti diberikan kesempatan dan berkemas, Karena pada sekira awal bulan April, bangunannya akan diratakan untuk pembangunan perluasan area sekolah.

“Rumah ini kan sudah dibeli sama sekolah. Jadi dikasih waktu sampai 2 minggu mau puasa atau sekitar awal bulan April buat pindah, karena ini mau diratain, saya nggak tahu harus kemana, sedang rumah yang di sana hasil bantuan dari saudara-saudara yang terkena segel,” ucapnya.

Baca Juga  Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Wakapolri Pastikan Stok Beras Papua Aman

Sambil menangis, Arti mulai menceritakan bagaimana dia harus berjuang mencukupi kebutuhan sehari-hari hanya dengan berjualan mie dan minuman ringan. Arti juga harus membiayai keperluan sekolah cucu yang tinggal bersama dirinya

“Saya orang nggak punya, orang awam, cuma ngandelin jualan. Biar cucu saya bisa terus sekolah, kasihan yatim piatu. Makanya saya suka sering nangis, nanti mau pindah kemana,” tuturnya.

Sementara gelombang empati masyarakat pun mengalir, bahkan bersepakat menyisihkan sebagian rezeki guna mengurus IMB pembangunan rumah Arti dan cucunya. Upaya itu sekaligus memberi sindiran keras kepada Pemkot Tangsel yang hanya memiliki motto cerdas modern dan religius dan dianggap tegas hanya terhadap orang kecil

“Nggak panteslah pake penyegelan segala, apalagi ibu ini kan orang nggak punya, dia janda, ngurus cucunya juga. Rumah itu aja, dibangun karena bantuan orang lain, masa nggak ada rasa kemanusiaannya. Harusnya kita bantu, bukan mempersulit orang susah. Kita kemarin sudah sepakat, patungan buat urus biaya IMBnya,” tegas Fandi Rais (53), tokoh masyarakat sekitar.

Baca Juga  Gegara Proyek, Selamat Riyadi Dihentikan Dari Ketua RW

Hal sama disampaikan oleh Ketua RT setempat, Sahrudin, yang merasa heran dengan penyegelan proyek rumah janda miskin Arti, kenapa tak ada rasa kemanusiaan mengingat objek tersebut akan ditempati oleh seorang yang tak mampu secara ekonomi.

“Kita miris sih melihatnya, kalau mau buka-bukaan kan banyak rumah-rumah mewah yang bangun nggak ada IMB. Tapi pada diem itu, nggak ada tindakan. Kenapa ini jelas-jelas buat orang nggak mampu, janda tua, paling nggak ada kebijakanlah, ada toleransi, nggak perlu disegel biar bisa tetap ditempati dulu sampai nanti kita bantu urus IMB nya,” terangnya.

 

 

*/Rik

Share :

Baca Juga

NASIONAL

PKS Mengadakan Bakti Kesehatan dan Sembako

NASIONAL

KSPI Tetapkan Jumhur Hidayat Menjadi Ketua Umum, Arif Minardi Sekjend

NASIONAL

Turnamen Basket Siwo PWI Pusat 3×3 Dimeriahkan Puluhan Wartawan dan Selebritis

KEPOLISIAN

Kapolri dan PP Muhamadiyah Bekerjasama Mengadakan Vaksinasi Massal Covid-19

NASIONAL

Mayor Udara Corinus Krey,  Tokoh  Pejuang Pembebasan  Papua dan Pencetus Nama ‘IRIAN’ Yang Hampir Terlupakan

NASIONAL

Prabowo Subianto Terima Pin Emas dari SMSI atas Dedikasinya Jaga Demokrasi

NASIONAL

Jadi Calon Kapolri Termuda, Listyo Harus Perkuat Soliditas Polri

NASIONAL

‘Jumat Barokah’ Pimum Media Purna Polri Bersama Perwakilan Babel Giat Rutin Bagikan Sembako