Home / Kota Tangerang

Kamis, 9 Desember 2021 - 19:58 WIB

BKKBN: Pola Asuh Faktor Dominan Penyebab Stunting Anak

SEKILASBANTEN.COM, KOTA TANGERANG – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) menyebutkan, stunting merupakan masalah nasional yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Faktor dominan penyebab hal tersebut adalah dari segi pola asuh anak oleh orang tua.

Plt Direktur Bina Penggerakan Lini Lapangan BKKBN, I Made Yudhistira Dwipayama mengatakan, tidak semua orang yang pendek itu berarti stunting. Stunting memilki kriteria- kriteria khusus dan tidak hanya diukur dari tinggi badan.

“Indikator untuk melihat apakah anak stunting atau tidak itu dimulai sejak lahir. Diukur panjang badannya, berat badannya, karena dalam Kartu Menuju Sehat ada standarnya,” katanya saat menggelar sosialisasi program Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Kota Tangerang, Kamis (09/12/21).

“Jadi, kalau anak ini di bawah dua deviasi berarti beresiko stunting. Tapi, bisa jadi karena orang tuanya memang dalam kategori pendek,” lanjutnya.

Selain itu, ia menyebut bahwa pola asuh mendominasi penyebab stunting dibanding faktor ekonomi. “Ekonomi memang mempengaruhi, tapi ketika pola asuh kita tidak memahami tentang gizi di situ masalah,” ucapnya.

Dia melanjutkan, perlu diingat, gizi tidak selalu sama dengan mahal. “Maka-nya banyak yang tanya apakah gizi itu mahal? Jawabnya tidak selalu, apakah anak-anak orang kaya itu pasti tidak akan kena stunting? Belum tentu. Ada anak yang dari keluarga mapan, tapi tetap stunting karena pola asuh, ketika ibu hamil tidak mengonsumsi makanan yang bergizi yang direkomendasikan,” terangnya.

Baca Juga  Pimpin Apel Siaga, Maryono Minta Dishub Bergerak Cepat Atasi Kemacetan di Kota Tangerang

Ia menambahkan bahwa BKKBN terus berusaha untuk mengurangi angka stunting dengan sosialisasi pencegahan-pencegahan stunting kepada orang tua. Salah satunnya, dengan cara mengedukasi pasangan-pasangan yang akan menikah.

“Fokus kami ada empat. Pertama calon pengantin, kami berikan edukasi bagaimana mencegahnya. Apakah ibunya ada sakit tertentu, kalau ada kami sarankan untuk tidak hamil dulu hingga sembuh. Kedua, ibu hamil pastinya kami berikan informasi bagaimana pola makan yang sehat untuk bayi. Ketiga itu ibu pasca melahirkan dan keempat anak usia 0-2 tahun,” tambahnya.

Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kota Tangerang, Andri Septian Permana mengatakan, Pemerintah Kota Tangerang bertekat untuk mengurangi angka stunting dengan membentuk tim dari berbagai OPD untuk menangani stunting.

“Peran Pemkot Tangerang sudah sangat besar untuk mengatasi stunting ini. Sudah membuat tim yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan Daerah, perencanaannya sudah matang di enam OPD teknis. Jadi, tidak hanya Dinas Kesehatan dan DP3AP2KB saja melainkan juga ada Dinas Perkim, Dinas Sosial dan Satpol PP dilibatkan,” ujarnya.

Baca Juga  Tingkatkan Kompetensi ASN, Pemkot Gelar Musrenbangkom serta Teken MoU dengan Komdigi dan Universitas

Ketika disinggung apa hubungan pencegahan stunting dengan Dinas Perkim, anggota dewan nyentrik ini menyebut, bahwa stunting tidak hanya masalah gizi melainkan terkait sanitasi, lingkungan di mana garda terdepannya ada di Dinas Perkim.

“Akhirnya lingkungan yang baik dan bersih dengansanitasi terjaga akan menunjang kesuksesan penanganan stunting di Kota Tangerang,”jelasnya.

Andri berharap masyarakat turut serta mendukung apa yang menjadi kebijakan Wali Kota Tangerang, karena stunting bukan hanya masalah statistik saja melainkan masa depan Kota Tangerang juga.

Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo berharap dari kegiatan ini nantinya mendorong para kader untuk menyukseskan program tentang keluarga sejahtera. “Khusunya mampu mengurangi kaitan angka stunting,” jelasnya. Gatot menyebut, angka stunting di Kota Tangerang mencapai 16 persen dan merupakan terendah kedua di Banten setelah Tangsel.

“Kita sih mendorong kegiatan ini digalakkan, dan sosialisasinya jangan hanya ke sini. Tapi turunan langsungnya ke wilayah RT/RW. “Dan memberikan pemahaman khusunya kepada ibu- ibu agar persoalan gizi buruk ini menjadi concern,” ucapnya. (Red)

Share :

Baca Juga

Kota Tangerang

PWI Kota Tangerang Silaturahmi ke Pj Walikota Kota Tangerang

Kota Tangerang

Menara Masjid Al-A’Zhom Kota Tangerang Bergoyang Saat Pengajian, Ini Penjelasan Kabaghumas Pemkot

Kota Tangerang

Jaga Marwah Organisasi, DPC BPPKB Banten Gelar Silaturahmi Dengan Pengurus se-Kota Tangerang

Kota Tangerang

Tasyakuran di HUT ke-25, Pokja WHTR Santuni Puluhan Anak Yatim Piatu

Kota Tangerang

Kerap Lakukan Kegiatan Sosial, Ketua Umum GESID Banten Raih Nominasi Tangerang Raya Award 2024

Kota Tangerang

Gelar Virtual Jobfair, Pj Beberkan Strategi Pemkot Tingkatkan Kualitas Pencaker

Kota Tangerang

Pemkot Tangerang Terus Lakukan Pendekatan Persuasif untuk Amankan Aset Negara di Eks SDN Rawa Bokor

Kota Tangerang

Baihaki: Momentum HUT RI ke-76 Jadikan Awal Kebangkitan Bangsa Melawan Pandemi