SEKILASBANTEN.COM, KOTA TANGERANG — Bersinergi dengan Fatayat NU, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) resmi membuka rangkaian kegiatan Ramadhan Karim di Masjid Agung Al-Ittihad. Selasa (3/3/2026).
Perhelatan ini hadir sebagai ruang syiar Islam sekaligus upaya merawat tradisi budaya lokal khususnya kota Tangerang di tengah bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah tahun 2026.
Ketua DKM Masjid Al-Ittihad Herman Suwarman mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini. Ia menegaskan, Ramadan Karim merupakan wadah penting untuk mengisi bulan suci dengan aktivitas yang produktif sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa bersama-sama melaksanakan kegiatan Ramadan Karim. Ini adalah hasil gagasan bersama pemerintah melalui Dispora yang bekerja sama dengan Fatayat NU Kota Tangerang. Banyak berbagai kegiatan yang dilaksanakan, terutama untuk mengisi kemuliaan bulan suci Ramadan ini,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, tujuan utama dari kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya nyata dalam menjaga kekhasan suasana Ramadan di Kota Tangerang. Dirinya berharap, Ramadhan Karim dapat menjadi benteng dalam mempertahankan tradisi budaya lokal yang sudah mengakar di masyarakat.
“Pelaksanaan ini semakin menambah khazanah dan mempertahankan tradisi budaya Kota Tangerang. Dengan ragam dan perbedaan yang ada, kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan kita semua,” tukasnya.
Di tempat sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang menjelaskan, kegiatan ini juga memberikan wadah bagi Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) sesuai dengan karakteristiknya masing-masing.
“Setiap OKP punya kultur yang berbeda-beda. Fatayat NU dengan basis keagamannya akan mengampu Ramadan Karim ini setiap tahunnya. Masjid Al-A’zhom punya festival di satu Muharram, maka Masjid Al-Ittihad memiliki Ramadan Karim di bulan suci ini,” ujar Kaonang.
Ia menjelaskan, Ramadan Karim bukan sekadar acara seremonial, melainkan integrasi antara nilai religius, kompetisi, dan perawatan tradisi lokal. Berbagai narasumber dai diundang untuk memberikan edukasi, sementara panggung utama diisi dengan berbagai kegiatan.
“Ramadan Karim tahun ini menyuguhkan perpaduan antara nilai religi dan hiburan rakyat. Sederet lomba yang menjadi daya tarik utama di antaranya adalah lomba tari kreasi, lomba mewarnai anak, hingga lomba grebek sahur yang kental dengan nuansa tradisi membangunkan sahur di tengah masyarakat,” paparnya.
Kaonang menambahkan, kegiatan ini juga melibatkan partisipasi luas dari santri berbagai pondok pesantren, siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs).
“Melalui Ramadan Karim ini, semoga perbedaan latar belakang diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan di Kota Tangerang,” pungkasnya. (Red)





















