Home / BANTEN

Rabu, 17 Februari 2021 - 19:32 WIB

Dialog Ketahanan Pangan Banten, Wujudkan Program Ketahanan Pangan Melalui Jalur Akademis

SEKILASBANTEN.COM, BANTEN — Pertanian adalah sektor yang minim terdampak dari adanya resisi ekonomi karena pandemi Covid-19.

Sehingga dalam hal mendukung program ketahanan pangan ke depan, sejumlah organisasi masyarakat mengadakan Dialog Ketahanan Pangan Banten.

Dialog tersebut menghadirkan Prof. Dr. Ir. Anton Apriyantono, M.Si., Menteri Pertanian di Era SBY, Dr. Fadlullah, Sekretaris Jenderal Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten, Dr. Abdul Fatah, M.Pd., Ketua UPBK Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), Muhammad Hasan Gaido.

Kemudian, Dewan Pembina Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI) Provinsi Banten, dan Ardi Maulana, Pelaku Bisnis Talas Beneng di Aula Utama Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, di Serang, Banten, Selasa (16/2).

Pada kesempatan ini, Dr. Abdul Fatah menyampaikan bahwa UNTIRTA sebagai universitas terbesar di Banten, turut berkepentingan untuk terlibat mewujudkan program ketahanan pangan di Banten melalui jalur akademis.

“UNTIRTA punya Fakultas Pertanian, kami punya lahan yang bisa dikerjasamakan dengan pihak-pihak yang ingin terlibat, kami bahkan punya profesor khusus mengkaji talas beneng. Kami dari akademisi siap berkolaborasi dengan melahirkan hasil riset-riset inovatif di bidang pertanian.” Ujar Abdul Fatah.

Baca Juga  Resmikan Sarana Air Bersih, Waka Polres Metro Tangerang Kota: Semoga Bermanfaat dan Jaga Sebaik-baiknya

Selanjutnya pelaku bisnis atau praktisi talas beneng, Ardi Maulana bercerita tentang masa-masa awal dia memulai menanam talas beneng yang dulu mungkin banyak orang belum sadar besarnya manfaat dan potensi ekonomi tanaman ini.

“Saya sudah nanam talas beneng di Pandeglangs sejak kecil, saat itu masa SD-SMP. Saat itu talas beneng lebih dikenal manfaatnya sebagai makanan saja belum sebagai komoditi,” tuturnya.

Barulah di 2016, lanjut dia, dirinya melakukan perencanaaan khusus menamam talas beneng bermula dari lahan seluas 4 hektar. Berkat program kerjasama dengan swasta dan pemerintah daerah, kata dia, kini pihaknya terlibat dalam pengembangan talas beneng seluas 4.000 hektar yang tersebar di berbagai daerah yakni, di Palembang, Lampung, Sumatera Utara dan Kalimantan.

“Saya selaku Ketua Bidang Talas Beneng INTANI Banten, sangat ingin dan siap berkolaborasi mewujudkan ketahanan pangan di Banten,” tukasnya.

Baca Juga  Polsek Curug Jaga Kelancaran Arus Lalulintas Sore Hari

Hal sendana juga disampaikan oleh Dr. Fadulullah, yang menyampaikan bahwa FSPP saat ini memiliki 4.000 lebih pondok pesantren di Banten.

“Pondok pesantren punya berbagai aset mulai dari sumber daya insani, fasilitas dan lahan yang bisa dikolaborasikan untuk mendukung program ketahanan pangan Banten berbasis pondok pesantren. Anda FSPP sudah memulai dan terus akan dikembangkan.” Ujar Sekjen FSPP ini.

Di kesempatan ini juga, Prof. Anton Apriyantono menyampaikan harapan besarnya bahwa ketahanan pangan Banten tidak hanya berasal dari tanaman padi, tapi juga dari tanaman budidaya lain.

“Seperti talas beneng dan porang saya yakin nantinya bisa menjadikan Banten penopang pangan Ibu Kota DKI Jakarta, bahkan bisa ekspor ke luar negeri,” tutupnya.

(Red/*)

Share :

Baca Juga

BANTEN

Diduga Gratifikasi, Oknum Satpol PP Kota Tangerang “Ada Main”

BANTEN

Harlah Pancasila, Sachrudin Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih

BANTEN

Tingkatkan Disiplin Kerja, Pj Gubernur A Damenta Sidak Kantor Setda Provinsi Banten

BANTEN

Polsek Curug Perkuat Keamanan Dengan Patroli

BANTEN

Pelda Acep AH Memimpin Apel Pembinaan dan Pelatihan Pramuka Saka Wira Kartika di Koramil 02/Curug

BANTEN

Bhabinkamtibmas Pantau Genangan Air, Situasi Aman

BANTEN

Polsek Pinang Amankan Dua Spesialis Curanmor, Kunci T dan 10 Motor Diamankan

BANTEN

Pj Gubernur Banten : Purna Tugas Adalah Sebuah Capaian Prestasi Bagi ASN