Dimana masalahnya? Dugaan Pengerusakan Segel Padi Padi, 3 Petani Pakuhaji Ikut ditetapkan Jadi Tersangka – Sekilasbanten

Home / Kabupaten Tangerang

Selasa, 6 September 2022 - 16:33 WIB

Dugaan Pengerusakan Segel Padi Padi, 3 Petani Pakuhaji Ikut ditetapkan Jadi Tersangka

SEKILASBANTEN.COM, PAKUHAJI – Dugaan perusakan portal dan plang penyetopan yang dipasang pihak Kecamatan Pakuhaji di jalan masuk Restoran Padi Padi Picnic disebut sebut terlampau dipaksakan.

Polisi kembali menetapkan tiga orang petani sebagai tersangka sehingga total tersangka hingga saat ini menjadi sembilan orang.

Boy Kanu, kuasa hukum Padi Padi kepada wartawan menegaskan, tuduhan pengerusakan yang dilakukan oleh pegawai Padi – Padi dan beberapa orang petani sekitar tidak sesuai dengan fakta dan bukti bukti rekaman kamera cctv yang dia punya.

“Sampai saat ini barang bukti yang katanya dirusakan itu tidak pernah ada, itu yang kami heran kenapa klien kami dituduh merusak barang sementara barang itu sampai saat ini tidak pernah diketahui dimana letaknya dan seberapa parah rusaknya,” ungkap Boy Kanu, kuasa hukum Padi Padi kepada wartawan selasa (6/9/2022).

Menurut Boy, berdasarkan rekaman kamera CCTV perusakan portal dan plang dilakukan oleh sekelompok orang dimalam hari yang dipastikan bukan dari manajemen padi padi.

“Sebelumnya klien kami dituduh menghilangkan barang bukti nah sementara CCTV kami bukti bahwa ada orang lain yang membongkar pada jam 02:00 dinihari pada tanggal 29 maret 2022,” jelas Boy Kanu.

Baca Juga  Rekor Tahun 2023, Realisasi PBB-P2 dan BPHTB Capai Rp2,3 Triliun

Bukti yang saat ini digunakan Polisi untuk menetapkan kliennya menjadi tersangka adalah foto pemasangan kembali portal dan plang penyetopan setelah dibongkar agar ada akses keluar kliennya dari kawasan tersebut.

“Dirapihin, memang mereka ada pakai cangkul dan linggis, linggis itu untuk ngedalemin lubang dan cangkulnya itu untuk ngerapihin semen sama tanahnya,” jelasnya.

Boy menjelaskan, Hal tersebut yang menjadi landasan pengelola Padi Padi Picnic Groud Pakuhaji melaporkan balik Camat Pakuhaji dan anak buahnya ke Polres Metro Tangerang.

Boy menjelaskan, Asmawi dilaporkan menyalahgunakan kekuasaan oleh pejabat (Pasal 421 KUHP), memberikan keterangan palsu (Pasal 266) merampas kemerdekaan (pasal 333) hingga menghilangkan barang bukti (pasal 221).

“Ini adalah salah satu upaya hukum kami, lapor balik, karena penyalahgunaan kekuasaan pejabat sangat kental,” kata Boy.

Ia menilai langkah camat mempersoalkan izin mendirikan bangunan (IMB) dan membuat portal untuk menutup jalan masuk restoran sangat tidak berdasar.

“Kan yang tidak ber-IMB bangunannya, kenapa bangunannya tidak dirobohkan, malah menutup jalan masuk yang merampas kemerdekaan masyarakat,” kata Boy.

Baca Juga  Bersama Tri Pilar Anggota Koramil 04 Cikupa Penyekatan Mudik Lebaran

Apalagi Camat Pakuhaji kemudian melaporkan perusakan portal yang sampai saat ini belum diketahui siapa pelakunya.

“Penyidik malah menetapkan pemilik dan  karyawan Padi Padi sebagai tersangka,” kata Boy.

Selain itu, kata dia, Asmawi dan anak buahnya diduga memberikan keterangan palsu, merusak barang bukti, merampas kemerdekaan dengan menutup jalan masuk restoran dengan portal.

Disamping itu, Boy menduga ada mafia tanah yang mengincar lahan Padi Padi Picnic Ground seluas 7 hektar milik PT Padi Padi Anugrah.

Pasalnya, masih menurut Boy Sebelum kasus lahan diportal oleh Satpol PP Kecamatan Pakuhaji, pemilik lahan itu menerima surat dari pengembang agar tanah itu dijual.

Menurut Boy, dugaan indikasi keterlibatan camat dalam upaya pengambilalihan lahan milik kliennya, Bong Thiam Kim, terbaca ketika Asmawi mempersoalkan perizinan restoran dan tempat wisata Padi Padi.

“Hal ini dilakukan setelah Ibu Bong Thiam menolak tawaran perusahaan pengembang yang ingin membeli lahan Padi Padi,” ujarnya. (Red)

Share :

Baca Juga

Kabupaten Tangerang

Adakan Lomba Perdana, P3SI Kabupaten Tangerang Resmi Dilantik

Kabupaten Tangerang

Warga Apresiasi Gerak Jalan dan Karnaval Kemerdekaan Kelurahan Binong

Kabupaten Tangerang

Guyub TNI-POLRI, Dandim 0510/Tigaraksa Terima Kunjungan Kapolresta Tangerang

Kabupaten Tangerang

Ingin Tindak Lanjuti Ke Bupati dan Sekda Soal Segel Terbuka, Hamdani : Kita juga kenal dekat sama Pak Sekda, tanyain aja Pak Sekda Hamdani gitu
https://sekilasbanten.com/dprd-terima-penjelasan-rencana-pemindahtanganan-barang-milik-daerah/

Kabupaten Tangerang

DPRD Terima Penjelasan Rencana Pemindahtanganan Barang Milik Daerah

Kabupaten Tangerang

Pengukuhan Satlinmas Kelurahan Kutabumi Dihadiri Binamas dan Babinsa

Kabupaten Tangerang

Hari jadi ke 17 Tahun, Dadang Sudrajat : Kecamatan Kelapa Dua Kudu Kreatif

Kabupaten Tangerang

Rombongan Bhayangkari Polres Tangsel Berkunjung ke TK Kemala 53 Polsek Curug